Loading
Ajang Nara Kupu Chess Competition 2026 baru saja tuntas digelar dan sukses mencuri perhatian publik. (Foto: Nara Kupu Jogya)
SLEMAN, ARAHKITA.COM - Siapa sangka papan catur hitam-putih bisa menghadirkan energi yang begitu luar biasa? Ajang Nara Kupu Chess Competition 2026 yang digelar di Nara Kupu Jogja, Sabtu (17/1/2026) tuntas digelar dan sukses mencuri perhatian publik. Bukan sekadar turnamen biasa, kompetisi ini berhasil melampaui target awal dengan diikuti lebih dari 200 peserta yang datang dari berbagai pelosok Indonesia.
Lahir dari Potensi Pelajar
Inisiatif ini bermula dari pengamatan tajam tim Nara Kupu Jogja terhadap besarnya minat olahraga catur di kalangan pelajar. Joyobadik, Marketing dan Event Manager Nara Kupu Jogja, mengungkapkan bahwa selama ini panggung kompetisi catur masih sering terpusat di kota-kota besar.
Baca juga:
Jelajah Serangga Nocturnal: Cara Seru Nara Kupu Jogja Mengajak Warga Mengenal Alam di Bulan Ramadhan“Kami melihat potensi besar, terutama dari anak-anak usia sekolah. Itulah mengapa Ajang Nara Kupu Chess Competition 2026 hadir—kami ingin menjadi wadah bagi penggiat catur agar bakat mereka benar-benar berkembang,” jelas Joyo.
Inklusif: Dari Usia 4 hingga 69 Tahun
Bekerja sama dengan Percasi D.I. Yogyakarta dan Kamajaya Business Club, turnamen ini tampil sangat inklusif. Pesertanya sangat beragam, mulai dari pecatur cilik berusia 4 tahun hingga peserta senior berusia 69 tahun. Pembagian kategorinya pun rapi, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori umum (Open).
Antusiasme luar biasa juga terlihat dari sebaran asal peserta. Tak hanya dari wilayah lokal, pecatur dari Ponorogo, Banjarnegara, Surabaya, bahkan jauh-jauh dari Pekanbaru hingga Batam turut beradu strategi di sini. Hal ini menandakan betapa tingginya dahaga para atlet akan kompetisi berkualitas di daerah.
Membangun Mental dan Regenerasi Atlet
Rayhan Christian Siego, pemilik agroeduwisata Nara Kupu Jogja, menyambut positif kesuksesan acara ini. Menurutnya, Nara Kupu Chess Competition 2026 adalah barometer penting untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus mental bertanding para pecatur.
“Semakin banyak turnamen, semakin terlatih mental mereka. Ini investasi penting untuk regenerasi atlet catur di masa depan,” ujar Rayhan optimis.
Melihat tren prestasi pecatur DIY yang terus meroket di level nasional, banyaknya partisipasi anak-anak dalam ajang ini menjadi sinyal positif. Bahkan, kesuksesan ini menjadi pembuka jalan bagi rencana turnamen tingkat nasional "Bupati Sleman Cup" yang akan digelar dalam waktu dekat.
Catur: Olahraga Karakter yang Edukatif
Selain mengejar kemenangan, Joyo menekankan bahwa catur memiliki nilai edukatif yang mendalam. Olahraga ini melatih kecerdasan, strategi berpikir, kesabaran, hingga pembentukan karakter.
“Catur itu murah, merakyat, tapi sarat nilai kehidupan. Dampaknya sangat besar bagi perkembangan mental anak-anak,” pungkas Joyo.
Melalui penutupan Ajang Nara Kupu Chess Competition 2026, panitia berharap semangat ini menular ke daerah lain, memicu lahirnya lebih banyak ruang pembinaan bagi calon grandmaster masa depan Indonesia.