Loading
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan legenda sepak bola Prancis Zinedine Zidane disela-sela gelaran World Economic Forum (WEF), Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Di sela agenda global World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum untuk membahas masa depan sepak bola nasional. Ia bertemu langsung dengan legenda sepak bola dunia Zinedine Zidane, membicarakan visi jangka panjang pengembangan olahraga paling populer di Tanah Air.
Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu terjadi usai Prabowo menyampaikan konsep Prabowonomics dalam forum World Economic Forum di Davos, Kamis (22/1/2026). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut diskusi tersebut berlangsung hangat dan penuh gagasan strategis.
Salah satu ide utama yang disampaikan Presiden adalah rencana agar setiap sekolah baru di Indonesia memiliki lapangan sepak bola. Fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga bisa diakses anak-anak di lingkungan sekitar sebagai ruang berlatih dan berkompetisi secara sehat.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaMenurut Teddy, Prabowo menilai pembangunan infrastruktur olahraga sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola masa depan. Karena itu, fasilitas sekolah diharapkan bisa menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat.
Tak berhenti pada gagasan infrastruktur, Presiden juga meminta pandangan dan masukan langsung dari Zidane mengenai pola pembinaan sepak bola yang berkelanjutan. Pengalaman Zidane sebagai pemain sekaligus pelatih kelas dunia dinilai relevan untuk memperkaya perspektif pengembangan sepak bola nasional.
Di sisi lain, kehadiran Prabowo di WEF 2026 juga mencuri perhatian publik internasional. Dalam pidato kuncinya, ia memperkenalkan Prabowonomics sebagai strategi ekonomi inklusif yang menitikberatkan pada kesejahteraan sosial, penguatan sumber daya manusia, dan kepastian hukum.
Di hadapan para pemimpin dunia dan CEO global, Prabowo menegaskan bahwa kemakmuran tidak bisa dipisahkan dari perdamaian. Ia juga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai motor penggerak ekonomi nasional berbasis kolaborasi dan keberlanjutan.
Kehadiran perdana Presiden Indonesia di Davos setelah satu dekade absensi ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis global—mandiri dalam visi, namun terbuka terhadap kerja sama internasional, termasuk dalam pengembangan olahraga dan pembangunan manusia.