Jumat, 16 Oktober 2026

Gabriele Gravina Mundur dari FIGC Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026


 Gabriele Gravina Mundur dari FIGC Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Arsip - Presiden Federasi Sepak bola IIalia Gabriele Gravina (kiri) berfoto bersama dengan ketua delegasi Gianluigi Buffon usai konferensi pers, di FIGC Coverciano Technical Centre, Coverciano, Italia, Senin (4/9/2023). ANTARA FOTO/Jennifer Lorenzini/hp.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Gabriele Gravina resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Keputusan ini diambil setelah Timnas Italia kembali gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pengunduran diri tersebut diumumkan Gravina dalam pertemuan resmi yang berlangsung di markas FIGC di Roma, Kamis (2/4/2026) waktu setempat. Dalam forum itu, ia menyampaikan langsung keputusannya di hadapan para perwakilan kompetisi, termasuk Ezio Maria Simonelli dari Serie A dan Paolo Bedin dari Serie B.

Dalam pernyataannya, Gravina juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang ia terima selama menjabat, baik secara terbuka maupun pribadi dari berbagai pihak di lingkungan federasi.

“Saya berterima kasih kepada seluruh komponen federasi atas dukungan yang telah diberikan, baik secara publik maupun pribadi,” ujar Gravina dalam pertemuan tersebut.

Ia juga memastikan tetap akan menjalankan tanggung jawabnya dalam waktu dekat, termasuk menghadiri rapat Komite VII Bidang Kebudayaan, Sains, dan Pendidikan parlemen Italia pada 8 April. Dalam kesempatan itu, Gravina berencana memaparkan kondisi sepak bola Italia secara menyeluruh.

“Di forum tersebut, saya akan menyampaikan laporan yang komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan sepak bola Italia, termasuk berbagai isu yang telah dibahas sebelumnya,” jelasnya.

FIGC dijadwalkan menggelar pemilihan presiden baru pada 22 Juni mendatang untuk menentukan pengganti Gravina.

Kegagalan Italia kali ini menambah catatan buruk dalam perjalanan mereka di kancah internasional. Gli Azzurri dipastikan tersingkir setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti pada final play-off kualifikasi zona Eropa.

Hasil tersebut sekaligus menandai kegagalan ketiga secara beruntun bagi Italia untuk tampil di Piala Dunia, setelah sebelumnya absen pada edisi 2018 dan 2022. Situasi ini memicu sorotan tajam terhadap sistem pembinaan dan tata kelola sepak bola di negara tersebut.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru