Eala Ukir Sejarah di Wimbledon! Singkirkan Juara Bertahan Iga Swiatek, Filipina Bersorak


 Eala Ukir Sejarah di Wimbledon! Singkirkan Juara Bertahan Iga Swiatek, Filipina Bersorak Petenis Filipina Alexandra Eala bereaksi seusai memenangi babak ketiga Wimbledon dengan mengalahkan petenis Polandia Iga Swiatek di Centre Court All England Club, London, Inggris, Sabtu (4/7/2026). Wimbledon

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Dunia tenis kembali menghadirkan kejutan besar. Petenis muda Filipina, Alexandra Eala, sukses mencetak sejarah setelah menumbangkan juara bertahan Iga Swiatek pada babak ketiga Wimbledon Championships, Sabtu (4/7).

Tampil penuh percaya diri di Centre Court, Eala yang menjadi unggulan ke-29 menang meyakinkan dengan skor 7-6(9), 6-2. Kemenangan ini bukan hanya mengantarkannya ke babak keempat Wimbledon, tetapi juga mencatatkan namanya sebagai petenis pertama Filipina yang berhasil menembus babak 16 besar turnamen Grand Slam.

Bagi Eala, pencapaian tersebut terasa sangat emosional. Ia mengenang perjalanan panjangnya sejak kecil berlatih tenis bersama keluarga di Filipina.

"Saya berhasil mencapai pekan kedua Grand Slam dan ini luar biasa bagi saya. Iga adalah pemain yang luar biasa dan pribadi yang sangat baik," ujar Eala, dikutip dari laman resmi Wimbledon.

Ia juga mengungkapkan kenangan masa kecil yang sederhana namun penuh mimpi.

"Bagi anak yang tumbuh besar di Filipina, setiap hari berlatih bersama kakak dan kakek dengan sepatu yang menyala dan penuh semangat, momen ini adalah segalanya."

Set Pertama Sengit, Eala Tampil Semakin Percaya Diri

Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Swiatek sempat mengambil inisiatif dengan mematahkan servis lawannya lebih dulu. Namun Eala tidak panik. Ia mampu bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut ke tie-break yang berlangsung dramatis selama 84 menit sebelum akhirnya dimenangkannya.

Momentum tersebut menjadi titik balik. Memasuki set kedua, permainan Eala semakin agresif dan percaya diri. Sebaliknya, Swiatek mulai kehilangan ritme permainan.

Petenis asal Polandia itu tercatat melakukan 44 unforced errors, membuat peluang mempertahankan gelar Wimbledon yang diraihnya musim lalu akhirnya sirna.

Persembahan untuk Filipina dan Anak-anak yang Berani Bermimpi

Usai pertandingan, Eala mendedikasikan kemenangan bersejarah itu untuk seluruh masyarakat Filipina.

"Kemenangan ini saya persembahkan untuk rakyat Filipina, keluarga saya, dan semua anak perempuan kecil yang memiliki mimpi besar."

Meski mencetak sejarah, petenis berusia 21 tahun tersebut menegaskan bahwa perjalanannya belum selesai.

"Mari lanjut ke babak berikutnya.,"ujarnya dikutip Antara.

Swiatek Akui Keunggulan Lawan

Swiatek mengakui bahwa Eala tampil lebih berani pada momen-momen krusial.

"Alexandra bermain lebih berani pada momen-momen penting. Saya berusaha tetap fokus pada set kedua, tetapi servisnya semakin lambat sehingga semakin sulit saya antisipasi."

Kekalahan ini sekaligus mengakhiri ambisi Swiatek menjadi petenis putri pertama yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon sejak Serena Williams melakukannya pada 2016.

Dengan kemenangan sensasional tersebut, Alexandra Eala kini menjadi salah satu sorotan utama di Wimbledon. Perjalanannya membuktikan bahwa kerja keras, keberanian, dan keyakinan mampu membuka jalan menuju sejarah baru di panggung tenis dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru