Pelatih Maroko Akui Kelas Prancis Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026, Soroti Magis Mbappe


 Pelatih Maroko Akui Kelas Prancis Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026, Soroti Magis Mbappe Pelatih Timnas Maroko Mohamed Ouahbi menyaksikan para pemainnya saat menghadapi Timnas Belanda dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin (29/6/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perjalanan impresif Maroko di Piala Dunia 2026 harus berakhir di babak perempat final. Tim berjuluk Singa Atlas itu takluk 0-2 dari Prancis dalam pertandingan yang berlangsung di Boston Stadium, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026).

Usai laga, pelatih Mohamed Ouahbi secara terbuka mengakui keunggulan kualitas para pemain Prancis. Menurutnya, pengalaman, kedalaman skuad, dan aksi individu para bintang Les Bleus menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim.

Maroko sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, terutama sepanjang babak pertama. Bahkan, penyelamatan penalti gemilang dari kiper Yassine Bounou membuat harapan timnya tetap hidup. Namun, gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele akhirnya memastikan langkah Prancis menuju semifinal.

"Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami sangat kesulitan pada babak pertama, dan penyelamatan penalti Bounou membuat kami tetap bertahan dalam pertandingan. Pada babak kedua kami bertahan lebih baik dan lebih tenang saat menguasai bola. Pada akhirnya, itu ditentukan oleh aksi individu luar biasa dari Mbappe," ujar Ouahbi, seperti dikutip dari FIFA.

Mbappe Jadi Pembeda

Ouahbi menilai timnya telah berjuang semaksimal mungkin menghadapi salah satu favorit juara. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang tampil penuh semangat hingga peluit panjang berbunyi.

Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, Maroko menghadapi berbagai tantangan selama turnamen. Cedera pemain, absennya sejumlah pilar, minimnya pilihan di bangku cadangan, hingga padatnya jadwal pertandingan menjadi hambatan yang harus mereka hadapi.

Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak pernah kehilangan semangat untuk bersaing di level tertinggi.

"Tentu kami ingin menang dan sudah melakukan segalanya, tetapi kami menghadapi lawan yang sangat sulit," katanya dikutip Antara.

Optimistis Masa Depan Maroko Cerah

Walau gagal melangkah ke semifinal, Ouahbi yakin sepak bola Maroko memiliki masa depan yang menjanjikan. Ia percaya pengalaman di Piala Dunia 2026 akan menjadi modal berharga bagi generasi berikutnya untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, perjuangan Maroko di turnamen ini tidak hanya membawa nama negara mereka, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pendukung di kawasan Asia dan Afrika.

"Banyak orang melihat diri mereka pada tim ini, dan kami akan terus bekerja untuk memenangkan gelar di masa depan," tutur Ouahbi penuh optimisme.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru