Novak Djokovic Belum Puas, Gagal ke Final Wimbledon 2026 dan Langsung Bidik Gelar US Open


 Novak Djokovic Belum Puas, Gagal ke Final Wimbledon 2026 dan Langsung Bidik Gelar US Open Petenis Serbia Novak Djokovic (kanan) memeluk petenis Italia Jannik SInner (kiri) seusai pertandingan babak semifinal Wimbledon di Centre Court All England Club, London, Inggris, Jumat (10/7/2026). Wimbledon

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Novak Djokovic kembali harus mengubur impiannya mengangkat trofi Wimbledon. Langkah petenis asal Serbia itu terhenti di semifinal Wimbledon 2026 setelah dikalahkan petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dalam pertandingan dua set langsung.

Meski kembali menembus empat besar turnamen bergengsi tersebut, Djokovic mengaku belum merasa puas. Baginya, mencapai semifinal memang merupakan pencapaian yang baik, tetapi belum memenuhi standar yang selama ini ia tetapkan sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang sejarah.

"Bagus, tetapi belum cukup," kata Djokovic, seperti dikutip dari ATP.

Bagi sebagian besar petenis profesional, mencapai semifinal Grand Slam merupakan hasil yang membanggakan. Namun, Djokovic menegaskan bahwa ekspektasinya selalu berbeda karena terbiasa bersaing untuk meraih gelar juara.

"Saya rasa bagi 99 persen pemain, itu hasil yang sangat bagus. Bagi saya, itu bagus, tetapi belum cukup, karena saya terbiasa dengan hasil dan pencapaian di level tertinggi," ujarnya.

Tetap Percaya Mampu Bersaing

Musim ini Djokovic telah mencatatkan satu final dan satu semifinal dari tiga turnamen Grand Slam yang telah dijalaninya. Di usia 39 tahun, ia mengakui tantangan semakin besar, tetapi keyakinannya belum berubah.

Menurut pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut, selama kondisi fisiknya tetap prima, ia masih mampu bersaing dengan para petenis terbaik dunia.

"Saya masih yakin bisa menjadi salah satu dari lima petenis terbaik dunia dan bersaing memperebutkan gelar Grand Slam," katanya.

Akui Keunggulan Jannik Sinner

Kekalahan di Wimbledon sekaligus memperpanjang dominasi Jannik Sinner dalam pertemuan kedua petenis. Meski Djokovic sempat mengalahkan Sinner pada semifinal Australian Open awal musim ini, kini ia telah kalah enam kali dalam tujuh pertemuan terakhir melawan petenis Italia tersebut.

Djokovic mengaku kecewa gagal melangkah ke final, tetapi tetap mengakui kualitas permainan lawannya.

"Saya ingin memenangi Wimbledon. Itulah alasan saya masih bekerja sangat keras. Namun, saya kalah dari pemain yang lebih baik. Saya harus menerimanya," ujar Djokovic.

Ia menilai Sinner tampil sangat solid sepanjang pertandingan, terutama melalui servis yang semakin sulit diantisipasi serta permainan baseline yang nyaris tanpa celah.

"Saya tidak kecewa pada diri sendiri. Saya rasa saya tidak melakukan banyak kesalahan. Dia memang tampil satu atau dua level lebih baik daripada saya," katanya.

Tetap Bangga dengan Perjalanan di Wimbledon

Meski gagal mencapai final, Djokovic menilai masih ada banyak hal positif dari penampilannya di Wimbledon tahun ini.

Salah satu momen yang paling membanggakan baginya adalah kemenangan dramatis atas Felix Auger-Aliassime di perempat final. Laga yang berlangsung selama lima jam 15 menit itu berakhir melalui tie-break set kelima dan tercatat sebagai pertandingan perempat final terlama dalam sejarah Wimbledon.

"Saya bangga dengan apa yang saya capai beberapa hari lalu. Saya membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya masih bisa bermain di level tertinggi. Saya mencapai empat besar Wimbledon," ujarnya dikutip Antara.

Djokovic juga menilai semangat juang dan dedikasinya sepanjang turnamen tetap terjaga, meski mengakui performanya secara keseluruhan belum sebaik saat tampil di Australian Open.

Fokus Memburu Gelar Grand Slam ke-25

Djokovic terakhir kali menjuarai Wimbledon pada 2022. Setelah itu, ia dua kali kalah di final dari Carlos Alcaraz pada edisi 2023 dan 2024, lalu terhenti di semifinal oleh Jannik Sinner pada 2025 dan 2026.

Kini, fokus sang legenda tenis dunia beralih ke US Open 2026. Turnamen yang terakhir kali dimenanginya pada 2023 itu akan menjadi kesempatan berikutnya untuk mengejar gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru