Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon Pertama, Selangkah Lagi Ukir Sejarah Grand Slam


 Alexander Zverev Tembus Final Wimbledon Pertama, Selangkah Lagi Ukir Sejarah Grand Slam Petenis Jerman Alexander Zverev beraksi pada babak semifinal melawan petenis Inggris Arthur Fery di All England Club, London, Inggris, Jumat (10/7/2026). Wimbledon

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Alexander Zverev semakin dekat dengan pencapaian terbesar dalam kariernya. Petenis asal Jerman itu berhasil menembus final Wimbledon untuk pertama kalinya setelah tampil impresif pada babak semifinal, Jumat (10/7/2026).

Pencapaian ini bukan sekadar tiket menuju partai puncak. Zverev kini berpeluang mencatatkan sejarah baru di dunia tenis apabila mampu mengangkat trofi Wimbledon dan melanjutkan tren gemilangnya setelah menjuarai Roland Garros bulan lalu.

Kepercayaan diri petenis berusia 29 tahun itu pun sedang berada di titik tertinggi.

"Saya tetap fokus, saya tetap haus kemenangan. Saya ingin lebih. Saya ingin terus bermain di level terbaik dan terus meraih kemenangan. Saya harap bisa melakukannya, dan pada Minggu saya memiliki kesempatan besar lainnya," ujar Zverev seperti dikutip dari ATP.

Final Wimbledon menjadi pencapaian terbaik Zverev sepanjang tampil di All England Club. Sebelum musim ini, langkah terbaiknya di turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut hanyalah mencapai babak keempat.

Jika berhasil menjadi juara, Zverev akan mencatat sejarah sebagai petenis putra pertama di era Open yang langsung meraih gelar Grand Slam kedua setelah sebelumnya memenangkan gelar Grand Slam pertamanya.

Namun, jalan menuju sejarah itu tidak akan mudah.

Di partai final, Zverev sudah ditunggu petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner. Berdasarkan rekor pertemuan, Sinner masih unggul dengan catatan 10 kemenangan berbanding empat atas Zverev.

Meski demikian, Zverev mengaku keberhasilan meraih gelar Grand Slam pertamanya telah mengubah cara pandangnya saat menghadapi pertandingan besar.

"Begitu Anda memenangi sebuah Grand Slam, Anda tahu bagaimana cara melakukannya dan merasa bisa mengulanginya lagi," kata petenis peringkat ketiga dunia tersebut.

Menurutnya, rasa percaya diri itu muncul karena kualitas permainannya juga terus berkembang.

"Saya merasa telah banyak meningkatkan permainan saya. Saya merasa permainan saya menjadi lebih baik," ujarnya.

Zverev menilai peningkatan teknik menjadi faktor utama di balik konsistensi hasil yang ia raih dalam beberapa bulan terakhir.

"Ketika Anda meningkatkan forehand, backhand, servis, dan pengembalian servis, Anda akan memenangi lebih banyak pertandingan. Terkadang sesederhana itu," tutur Zverev.

Ia menambahkan, banyak orang terlalu fokus membahas faktor mental atau pergantian pelatih. Padahal, menurutnya, perkembangan kemampuan bermain tetap menjadi kunci utama untuk meraih prestasi.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada partai final. Apakah Zverev mampu mengalahkan Jannik Sinner dan menorehkan sejarah baru di Wimbledon? Jawabannya akan ditentukan di laga puncak yang dipastikan berlangsung sengit.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru