Menuju Final Piala Dunia 2026, Begini Profil dan Kekuatan Empat Semifinalis. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan empat tim terbaik. Menariknya, seluruh semifinalis merupakan negara yang pernah merasakan gelar juara dunia, yakni Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris.
Dua laga besar akan tersaji di babak semifinal. Prancis ditantang Spanyol dalam duel sesama raksasa Eropa, sementara juara bertahan Argentina akan menghadapi Inggris yang tengah memburu trofi pertamanya sejak 1966.
Keempat tim datang dengan identitas permainan yang berbeda. Ada Prancis yang tampil paling konsisten, Spanyol dengan pertahanan nyaris sempurna, Inggris yang dikenal pantang menyerah, hingga Argentina yang kembali mengandalkan magis Lionel Messi.
Baca juga:
Akhirnya Terjadi! Lionel Messi Hadapi Inggris untuk Pertama Kalinya di Semifinal Piala Dunia 2026Berikut profil lengkap empat semifinalis Piala Dunia 2026.
Prancis, Tim Paling Konsisten di Turnamen
Baca juga:
Scaloni Tegaskan Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Hanya Soal Sepak BolaPrestasi terbaik: Juara Piala Dunia 1998 dan 2018.
Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang menyapu bersih enam pertandingan tanpa harus melewati perpanjangan waktu. Tim asuhan Didier Deschamps tampil luar biasa dengan mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Dalam tiga laga fase gugur, Les Bleus bahkan selalu mencatatkan clean sheet.
Kylian Mbappe menjadi motor utama serangan dengan koleksi delapan gol dan tiga assist. Bersama Ousmane Dembele yang sudah mengemas lima gol, keduanya menjadi duet paling mematikan di turnamen.
Jika berhasil melaju ke final, Prancis akan mencatat sejarah sebagai tim ketiga yang tampil di tiga final Piala Dunia secara beruntun setelah Jerman Barat dan Brasil.
Meski begitu, kemenangan tipis atas Paraguay menunjukkan Prancis masih bisa kesulitan menghadapi lawan yang bermain sangat defensif.
Spanyol, Pertahanan Kokoh Jadi Modal Utama
Prestasi terbaik: Juara Piala Dunia 2010.
Spanyol kembali menembus semifinal untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada 2010.
Setelah sempat ditahan debutan Tanjung Verde di laga pembuka, La Roja bangkit dengan memenangi lima pertandingan berikutnya.
Kekuatan terbesar pasukan Luis de la Fuente terletak pada organisasi pertahanan. Dalam enam pertandingan, mereka hanya sekali kebobolan.
Selain solid di belakang, Spanyol juga memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Mikel Merino beberapa kali menjadi pembeda dari bangku cadangan, termasuk mencetak gol kemenangan saat menghadapi Portugal dan Belgia.
Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Meski mendominasi permainan, Spanyol beberapa kali hanya mampu menang dengan selisih satu gol.
Inggris, Bangkit Berkat Mental Juara
Prestasi terbaik: Juara Piala Dunia 1966.
Inggris kembali mencapai semifinal setelah edisi 2018 dan kini menjaga asa mengakhiri penantian gelar dunia yang sudah berlangsung selama enam dekade.
Jude Bellingham tampil sebagai bintang utama dengan enam gol, sejajar dengan Harry Kane. Keduanya menyumbang hampir seluruh gol Inggris sepanjang turnamen.
Salah satu kekuatan terbesar Three Lions adalah mental bertanding. Mereka mampu membalikkan keadaan saat menghadapi Republik Demokratik Kongo maupun Norwegia, serta bertahan dengan 10 pemain ketika mengalahkan Meksiko.
Di balik mental baja tersebut, konsistensi permainan masih menjadi perhatian. Inggris telah kebobolan enam gol dan beberapa kali kehilangan kendali pertandingan.
Pelatih Thomas Tuchel juga mengakui timnya masih sering melakukan kesalahan teknis yang harus segera diperbaiki sebelum menghadapi Argentina.
Argentina, Juara Bertahan yang Semakin Percaya Diri
Prestasi terbaik: Juara Piala Dunia 1978, 1986, dan 2022.
Argentina hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mencatat sejarah sebagai negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil melakukannya pada 1962.
Tim asuhan Lionel Scaloni selalu menang dalam enam pertandingan. Meski dua kali harus bermain hingga perpanjangan waktu, Albiceleste tetap menunjukkan mental juara.
Lionel Messi kembali menjadi pusat permainan pada Piala Dunia keenam dalam kariernya. Di usia 39 tahun, sang kapten sudah mengoleksi delapan gol dan bersaing dengan Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Argentina juga menjadi tim paling produktif di antara empat semifinalis dengan torehan 17 gol.
Meski demikian, lini belakang masih menjadi titik lemah. Argentina telah kebobolan lima gol pada fase gugur dan beberapa kali kesulitan menghadapi serangan balik cepat lawan dilansir Antara.
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Prancis vs Spanyol
Argentina vs Inggris
Dua pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan empat tim dengan kualitas terbaik sepanjang turnamen. Siapa yang akan melaju ke final dan semakin dekat mengangkat trofi Piala Dunia 2026? Jawabannya akan ditentukan dalam duel semifinal yang sarat gengsi.