Jumat, 28 Agustus 2026

Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026, Taklukkan Zverev dan Cetak Sejarah


 Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon 2026, Taklukkan Zverev dan Cetak Sejarah Petenis Italia Jannik Sinner mengangkat trofi Wimbledon usai mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev pada babak final di Centre Court, All England Club, London, Inggris, Minggu (12/7/2026). (Wimbledon)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Jannik Sinner kembali membuktikan dirinya sebagai petenis terbaik dunia. Bintang asal Italia itu sukses mempertahankan gelar Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Alexander Zverev dalam laga final yang berlangsung sengit, Senin (13/7/2026).

Pertandingan berlangsung hampir empat jam dan menyajikan duel berkualitas tinggi. Sempat kehilangan set pertama, Sinner menunjukkan mental juara dengan bangkit dan membalikkan keadaan untuk memastikan gelar Grand Slam kelimanya.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Sinner di puncak tenis dunia. Ia tidak hanya mempertahankan mahkota Wimbledon, tetapi juga terus memperlebar jarak di peringkat ATP.

Sinner menang dengan skor 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 setelah bertarung selama tiga jam 46 menit. Gelar tersebut menjadi trofi Grand Slam pertamanya pada musim 2026 sekaligus menjadikannya petenis ke-10 di era Open yang mampu mempertahankan gelar tunggal putra Wimbledon.

Dalam seremoni penyerahan trofi, Sinner mengaku kemenangan itu merupakan hasil kerja keras seluruh timnya.

"Kami berdua memulai pertandingan dengan sangat baik. Saya dan tim melakukan persiapan sebaik mungkin, jadi saya berterima kasih kepada seluruh tim atas dukungan yang luar biasa," kata Sinner, dikutip dari ATP.

"Ini kembali menjadi final yang hebat dan saya sangat senang bisa menang serta menampilkan permainan dengan level yang tinggi," lanjutnya.

Sinner sempat tertinggal setelah kalah melalui tie-break pada set pertama. Namun, petenis berusia 24 tahun itu mampu meningkatkan intensitas permainan, terutama saat tie-break set kedua yang menjadi titik balik pertandingan.

Setelah menyamakan kedudukan, Sinner tampil semakin percaya diri. Ia sukses merebut masing-masing satu break pada set ketiga dan keempat untuk mengunci kemenangan.

Meski Zverev tampil agresif dengan persentase servis pertama mencapai 76 persen, Sinner tampil lebih tenang. Permainannya yang solid dari area baseline serta kemampuannya memanfaatkan peluang pada momen-momen krusial menjadi pembeda.

Sepanjang pertandingan, Sinner hanya menghadapi satu break point dan berhasil menggagalkannya. Ia juga mencatatkan 58 winner sebelum menutup pertandingan melalui match point pertama yang dimilikinya.

Kemenangan tersebut membuat catatan Sinner di final Grand Slam menjadi lima gelar dari tujuh final yang pernah dijalaninya.

Hasil ini juga memastikan Sinner tetap bertahan sebagai petenis nomor satu dunia dengan keunggulan 4.970 poin atas Zverev. Sementara itu, petenis Jerman tersebut dipastikan naik ke peringkat kedua dunia pada pembaruan ranking ATP.

Gelar Wimbledon melengkapi koleksi trofi Sinner sepanjang musim 2026 menjadi enam gelar. Sebelumnya, ia berhasil menuntaskan Career Golden Masters setelah menjuarai ATP Masters 1000 Roma pada Mei lalu.

Di sisi lain, Alexander Zverev harus kembali menunda impian meraih gelar Wimbledon pertamanya. Final tahun ini menjadi pencapaian terbaiknya di turnamen tersebut setelah sebelumnya tak pernah melewati babak keempat dalam sembilan penampilan.

"Selamat kepada Jannik. Dia kembali menunjukkan mengapa dia adalah pemain terbaik di dunia," ujar Zverev dikutip Antara.

Ia juga mengapresiasi perjalanan timnya sepanjang turnamen.

"Kepada tim saya, kita menjalani dua bulan yang luar biasa meski kalah di final ini. Kami datang ke Wimbledon tanpa pernah mencapai perempat final dan kini berhasil mencapai final. Untuk pertama kalinya saya benar-benar percaya bisa memenangi trofi ini suatu hari nanti," katanya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru