Kamis, 22 Januari 2026

Begini Cara Hebat Donna Agnesia Menemukan Bakat Sang Anak


 Begini Cara Hebat Donna Agnesia Menemukan Bakat Sang Anak Pasangan selebritis Dona Agnesia dan Darius Sinathrya memiliki sejumlah tips dalam menemukan bakat dan minat anak. (Foto: Property Terkini)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presenter Donna Agnesia memiliki sejumlah tips dalam menemukan bakat dan minat anak, salah satunya dengan mengenalkan anak kepada banyak bidang.

"Kami memberikan pilihan kepada anak-anak, misalnya karena aku dan Darius suka bola ya dari bayi mereka sudah dikasih mainan bola tapi nanti merekalah yang menentukan sendiri sukanya apa," kata Donna dalam temu wicara daring pembukaan Biskuat Academy 2020 pada Kamis (5/11/2020).

Pasangan selebritas ini memang punya cara tersendiri dalam mencari bakat anak. Mereka memilih mengamati bakat dan minat anak-anak sesuai dengan perkembangan usia. Anak pertama Darius dan Donna, Lionel Nathan Sinathrya misalnya, ditawari les melukis sejak usia empat tahun.

Istri Darius Sinathrya itu mengatakan dia dan suami sempat mengalami banyak kesalahan saat memulai menemukan bakat anak-anak.

"Kita juga banyak trial and error, tapi kuncinya adalah komunikasi dengan anak. Kita harus buka komunikasi dan jadi fasilitator minat dan bakat anak. Dan yang paling penting juga harus jadi motivator," kata dia.

Memberikan motivasi pada anak paling penting untuk merawat bakat dan minat."Kadang di tengah jalan mereka bisa bosan, orang tua di sini berperan mengingatkan kembali dan memotivasi dulu kenapa pilih bidang ini untuk digeluti," kata Donna memberi contoh.

Apa yang dilakukan pasangan Darius dan Donna bisa jadi dialami para orangtua pada umumnya. Berusaha mengetahui bakat dan minat anak sedini mungkin. Kemudian, memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung potensi. Saat ini, begitu banyak tes yang dapat dilakukan para orangtua untuk mengenal bakat buah hati mereka. Sebut saja analisa sidik jari hingga observasi.

Analisa Sidik JariMelalui teknologi analisia sidik jari atau fingerprint analysis, orangtua bisa mendeteksi bakat anak sejak usia tiga bulan. Analisa sidik jari merupakan metode pemindaian sidik jari untuk mengetahui gaya kerja otak yang paling dominan. Kerja otak sangat berkaitan dengan potensi atau bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak.

“Analisa sidik jari bukan ramalan, melainkan lawan dari ramalan karena bukan melihat ke masa depan, tapi justru melihat apa yang dibawa anak sejak lahir,” ujar psikolog anak Efnie Indrianie dikutip dari laman viva.co.id.

Menurutnya, sidik jari terbentuk ketika janin berusia 13-24 minggu, bersamaan dengan pembentukan susunan saraf otak. Sehingga hal ini bisa menjadi peta yang dibawa anak sejak lahir menggambarkan potensinya.

“Sidik jari bersifat permanen, tidak bisa berubah, unik, tidak akan pernah sama sekalipun satu jari dengan jari lainnya di tangan yang sama. Hebatnya lagi, analisis ini bersifat objektif tanpa dipengaruhi unsur kondisi fisik (sehat atau sakit,red) dan unsur psikologis (sedih, senang, stres, red). Betul-betul bersifat apa adanya,” katanya.

Pengenalan potensi bawaan ini diharapkan membantu orangtua menerapkan cara belajar paling efektif bagi si kecil dalam mewujudkan cita-citanya. Analisa sidik jari bukan pengganti psikotes, tapi bisa menjadi pelengkap.

“Psikotes hanya untuk melihat perkembangan kecerdasan seseorang, tapi dengan adanya finger print yang dilengkapi dengan psikotes, pemeriksaan soal kepribadian anak akan lebih lengkap dan komplit,” katanya.

Analisa Sidik JariAdapun proses untuk analisa sidik jari tidak membutuhkan waktu lama. Cukup memindai sepuluh jari anak pada sebuah alat khusus. Kemudian, hasil pindaian sidik jari muncul di layar komputer. Dengan program khusus, bakat anak akan dianalisa dan hasilnya bisa diketahui dalam hitungan menit.

ObservasiCara lain yang bisa dilakukan untuk mengenali bakat anak adalah dengan melakukan oberservasi mendalam. Dalam hal ini orangtua harus membedakan terlebih dahulu minat dan bakat. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, bakat adalah hal-hal yang menonjol dalam diri anak. Sementara minat pada dasarnya bisa dikondisikan. Terkait dengan suka atau tidak suka anak pada suatu hal.

Ia juga menjelaskan, bakat pada dasarnya terbagi dua. Ada bakat yang terlihat, ada pula bakat terpendam atau belum muncul. Bakat yang telihat biasanya disebut sebagai potensi

Untuk mengetahui bakat anak, kata Ratih, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, mengamati. Kedua, anak dipaparkan dengan berbagai kegiatan yang terlihat pada perilaku. Ketiga, melihat minat dimana dalam hal ini orangtua sebaiknya tak terlalu memaksakan kehendak.

“Kalau saya lebih memilih diasah bakatnya sejak masuk SD. Kalau masih duduk di Taman Kanak-Kanak, masih terlalu kecil. Usia TK merupakan masa dimana anak mencoba segala macam hal,”kata Ratih.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru