Pemuda Katolik dan Bawaslu Jakarta Timur Sepakat Perkuat Konsolidasi Demokrasi


 Pemuda Katolik dan Bawaslu Jakarta Timur Sepakat Perkuat Konsolidasi Demokrasi Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Jakarta Timur melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA TIMUR, ARAHKITA.COM – Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Jakarta Timur melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pengawas pemilu dalam mendorong pengawasan partisipatif serta memperkokoh kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak sepakat bahwa demokrasi tidak hanya bergantung pada lembaga negara, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan komunitas berbasis keagamaan.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Jakarta Timur, Alexsandro Kevin Yunior, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya membawa semangat sinodal atau berjalan bersama. Menurutnya, komunitas umat Katolik di Jakarta Timur memiliki potensi besar untuk terlibat dalam penguatan demokrasi.

Ia menyebutkan bahwa terdapat 12 paroki Katolik di wilayah Jakarta Timur yang dapat menjadi ruang strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu.

“Kami ingin mendorong partisipasi aktif umat Katolik di Jakarta Timur. Dengan adanya 12 paroki, kami siap bersinodal atau berjalan bersama Bawaslu untuk memberikan edukasi mengenai pengawasan partisipatif serta konsolidasi demokrasi di akar rumput,” ujar Kevin.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Bawaslu Jakarta Timur, Willem Johanes Wetik. Ia menegaskan bahwa Bawaslu tetap aktif menjalankan berbagai program pengawasan, bahkan ketika tidak sedang berada dalam tahapan pemilu.

Menurut Willem, salah satu fokus kerja Bawaslu saat ini adalah mengawasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.

“Apresiasi bagi Pemuda Katolik atas kehadirannya. Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada istilah Bawaslu tidak bekerja. Kami terus aktif melakukan konsolidasi demokrasi dan mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi, karena pengawasan bukan hanya tugas lembaga, tetapi tanggung jawab bersama,” jelas Willem.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Jakarta Timur, Taufik Hidayatulloh, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta Pangihutan Situmorang, Sekretaris Pemuda Katolik Komcab Jakarta Timur Rafael Riski Bayu, serta Dewan Pembina Komcab Jakarta Timur Beny Wijayanto.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak sepakat bahwa penguatan demokrasi membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari lembaga negara hingga organisasi masyarakat.

Pemuda Katolik Jakarta Timur menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyosialisasikan aturan pemilu, mendorong literasi demokrasi, sekaligus membantu mencegah potensi pelanggaran pemilu di tengah masyarakat.

Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjalin kolaborasi yang lebih aktif ke depan, mulai dari program edukasi pemilih, diskusi demokrasi, hingga kegiatan pengawasan partisipatif di lingkungan paroki dan komunitas masyarakat.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru