Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (kiri) dalam sesi konferensi pers bersama Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão (kanan) dan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta (tengah). ANTARA/HO-PDIP
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hubungan erat Indonesia dan Timor Leste kembali terlihat lewat pertemuan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan Perdana Menteri Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmão dan Presiden José Ramos-Horta di Dili. Tak sekadar membahas hubungan bilateral, pertemuan itu juga melahirkan komitmen baru untuk memperkuat kapasitas perempuan di dunia politik melalui program kaderisasi lintas negara.
Di tengah suasana yang penuh keakraban, Megawati menyatakan kesiapan PDI Perjuangan membuka ruang pelatihan kepemimpinan bagi politisi perempuan Timor Leste. Gagasan tersebut lahir dari aspirasi langsung para politisi perempuan yang berharap adanya pendidikan politik yang lebih terstruktur.
"Tadi ibu-ibu ada yang mengatakan, 'Ibu, cepat bikin kursus buat ibu-ibu perempuan partai.' Oke, saya bilang saya senang sekali," ujar Megawati dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Menurut Megawati, perempuan harus memiliki kesempatan yang sama untuk tampil sebagai pemimpin dan mengambil peran strategis dalam proses pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Sebagai contoh, Megawati memperkenalkan Ketua DPP PDI Perjuangan Bintang Puspayoga yang selama ini aktif membina program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi perempuan di Indonesia.
Model pemberdayaan tersebut dinilai relevan diterapkan di Timor Leste, khususnya bagi para perajin kain tenun tradisional Tais. Melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas, Megawati berharap produk budaya khas Timor Leste itu mampu menembus pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajinnya.
Xanana: Megawati Jadi Inspirasi bagi Timor Leste
Komitmen pemberdayaan perempuan itu mendapat apresiasi langsung dari Perdana Menteri Xanana Gusmão.
Di hadapan media, tokoh yang akrab disapa Maun Xanana itu menyebut kehadiran Megawati sebagai momen bersejarah yang memberikan inspirasi bagi masyarakat Timor Leste.
"Ini suatu hari yang kita tidak akan lupakan, karena kita menerima di Istana ini seseorang yang historis," kata Xanana.
Menurutnya, Megawati menjadi teladan agar perempuan Timor Leste berani bermimpi besar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Tak hanya bagi perempuan, Xanana menegaskan seluruh masyarakat Timor Leste, termasuk laki-laki, juga perlu belajar dari keteguhan dan kepemimpinan Megawati.
"Kita harus percaya pada diri sendiri," ujarnya.
Candaan Xanana Bikin Suasana Istana Penuh Tawa
Di balik pembahasan serius mengenai pemberdayaan perempuan dan kerja sama antarnegara, suasana pertemuan berlangsung sangat akrab.
Sesaat sebelum konferensi pers dimulai, sejumlah politisi perempuan Timor Leste menghampiri Megawati untuk meminta foto bersama.
Melihat momen itu, Xanana Gusmão justru membuat semua orang tertawa. Ia maju ke depan sambil mengangkat sebungkus rokok yang dipegangnya, lalu berpura-pura menjadikannya kamera.
Dengan gaya teatrikal, Xanana menghitung, "Satu... dua... tiga..." seolah sedang memotret rombongan tersebut.
Aksi spontan itu langsung disambut gelak tawa Megawati dan seluruh tamu yang hadir.
Berjanji Borong Kain Tais
Suasana hangat berlanjut saat sesi tanya jawab dengan media.Ketika Megawati mengingatkan pentingnya melindungi hak kekayaan intelektual kain tradisional Tais agar tidak diklaim pihak lain, Xanana kembali melontarkan candaan.
"Kalau begitu tolong partai Anda... tolong beli Tais dari Timor Leste sebanyak-banyaknya," ujar Xanana sambil tertawa.
Megawati pun langsung menanggapi dengan senyum.
"Boleh, saya akan borong dan bagikan kepada ibu-ibu di Jakarta," jawabnya.
Pertemuan tersebut tidak hanya memperlihatkan eratnya hubungan personal kedua tokoh yang telah terjalin selama puluhan tahun, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret dalam pengembangan kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian budaya antara Indonesia dan Timor Leste.