Loading
Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Jurnal Politik)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama jangan memaksakan kehendaknya agar Prabowo Subianto mengikuti hasil rekomendasi ijtima ulama terkait dua nama calon wakil presiden.
"Kami tahu banyak rekomendasi dan usulan yang disampaikan berbagai pihak terutama dari GNPF Ulama, kami hormati itu. Namun kami meminta GNPF jangan memaksakan kehendak dan menekan Prabowo," kata Ferdinand di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Dia menilai usulan GNPF Ulama itu bagus namun jangan sampai menempatkan Prabowo seperti pemimpin yang bisa ditekan karena citranya tidak baik di hadapan publik.
Menurut dia, biarkan Prabowo berpikir jernih dalam menentukan cawapres dan Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo.
"Dan biarkan publik melihat bahwa Prabowo pemimpin yang mampu memutuskan sendiri, bukan petugas partai. Kalau disana ada petugas partai yang tidak berdaulat namun di sini ada pemimpin yang berdaulat," ujarnya.
Dia mengatakan Demokrat bersama tiga parpol koalisi sedang fokus menyusun visi-misi sehingga soal cawapres diserahkan kepada Prabowo untuk memutuskan langsung.
Ferdinand sebagaimana diberitakan Antara meyakini Prabowo memiliki analisis dan kalkulasi politik yang matang serta Prabowo merupakan pemimpin yang mampu memutuskan dengan tepat pasangannya dalam kontestasi Pilpres 2019.
Sebelumnya, sejumlah tokoh dan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kediaman Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta pada Senin malam.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, para pimpinan dan tokoh GNPF Ulama mulai hadir di kediaman Prabowo sekitar pukul 19.30 WIB. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar dua jam, namun perwakilan GNPF Ulama maupun FPI tidak bersedia memberikan pernyataan.
Tokoh dan pimpinan GNPF Ulama yang hadir antara lain Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak, Ketua SC ijtima ulama Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ketua Garda 212 Ansufi Idrus Sambo, dan Ketua Umum FPI Shobri Lubis.
Sementara itu pimpinan Partai Gerindra yang hadir antara lain Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazir, dan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta M. Taufik.