Loading
Berbagai pilihan kerudung pun disesuaikan dengan warna gaun yang Anda kenakan. (Net)
TRADISI memakai kerudung oleh pengantin wanita, sebenarnya sudah dijalani masyarakat Roma dan mulai populer di Inggris tahun 1800. Konon, masyarakat Inggris percaya bahwa kerudung penutup kepala itu melambangkan kesucian, kemurnian, dan kesederhanaan mempelai wanita.
Perlambang lainnnya adalah berkat Tuhan dan perlindungan surgawi serta perlindungan diri dari roh jahat yang konon kabarnya tertarik kepada mempelai wanita. Selain itu, kerudung putih juga simbol keperawanan wanita. Kini,kerudung telah menjadi inspirasi gaya pengantin modern.
Setiap calon pengantin wanita sering kali tak sabar menunggu saat berbahagia menjadi ratu sehari di pesta pernikahannya. Mereka pun berusaha menyiapkan segala persiapan pernikahan dengan sebaik-baiknya, mulai dari sepatu, bunga, gaun pengantin, hingga kerudung pernikahan.
Apabila konsep pernikahan yang Anda inginkan ala Barat, maka Anda pun akan menjatuhkan pilihan memakai kerudung penutup kepala selain tentunya supaya terlihat cantik dan menarik, maka Anda pun menyematkan tiara pada rambut Anda.
Pilihan kerudung pun disesuaikan dengan warna gaun yang Anda kenakan. Seperti kerudung putih beraksen bunga yang disesuaikan dengan warna gaun. Ukuran kerudungnya pun tak perlu panjang, agar kesan yang memancar dari penampilan Anda menjadi lebih sempurna.
Menurut berita yang dilansir Femalefirst, penggunaan kerudung pengantin sebenarnya sangat berhubungan dengan tata cara pernikahan di setiap negara. Namun tradisi memakai kerudung oleh pengantin wanita itu sebenarnya sudah lama dijalani masyarakat Roma dan mulai populer di Inggris tahun 1800. Konon masyarakat Inggris percaya bahwa kerudung penutup kepala itu melambangkan kesucian dan kesederhanaan bagi wanita.
Sedangkan kerudung baru menjadi bagian gaun pengantin sejak masa Paus Nicholas I, di abad 19. Dalam esainya yang ditulis tentang upacara pernikahan, ia mengatakan bahwa berkat Tuhan yang dilimpahkan untuk sepasang pengantin adalah perlindungan surgawi. Setelah itu pengantin wanita selalu mengenakan kerudung saat upacara pemberkatan nikah di gereja.
Sejarah mencatat banyak cerita seputar kerudung pengantin. Era dimana masyarakat percaya bahwa roh jahat akan tertarik kepada wanita maka era itu pula kerudung digunakan untuk menutupi dan juga merancukan pandangan mereka. Ada juga yang meyakini bahwa dengan mengenakan kerudung maka dapat melindungi pengantin wanita dari ‘mata jahat’. Pandangan lain menyebutkan bahwa kerudung yang digunakan sebagai simbol bahwa perempuan harus tunduk dan menuruti keinginan suaminya.
Dalam tradisi Jepang, gaun pengantin dengan memakai kimono putih biasanya dilengkapi dengan kerudung yang disebut Tsuno Kakushi. Tsuno berartin ‘tanduk’ penutup kepala yang bertujuan agar mempelai wanita ‘tanduk’ pada kecemburuan, ego, egoisme yang merupakan atribut-atribut yang tidak boleh ditampilakan di hadapan keluarga mempelai pria. Selain itu juga perlambang lemah lembutnya seorang mempelai wanita.
Sementara kerudung Wataboshi yang memakai hood bertujuan menyembunyikan wajah perempuan di depan banyak orangh kecuali calon suaminya. Panjang kerudung yang dikenakan mempelai wanita tak lain untuk melindungi identitas mereka dan juga menunjukan kelas mereka. Tsuno Kakushi dan Wataboshi ini masih digunakan pada pernikahan tradisional Jepang.
Aksesori IndahKini, kerudung dianggap sebagai aksesori perhiasan yang indah dan mempelai wanita dapat memilih kerudung sesuai dengan seleranya. Sebagai aksesori, kerudung hanyalah sebagai salah satu bagian dari keseluruhan tampilan mempelai wanita yang harus dipadu padankan dengan gaun pengantin, wajah, bentuk tubuh dan lokasi tempat Anda melangsungkan pernikahan.
Mempelai wanita yang memakai kerudung akan terlihat indah, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Anda telah menemukan pasangan yang penuh kasih dan Anda dapat berbagi dengannya dalam sisa hidup Anda.
Kerudung pengantin, tidak selalu harus dikonsepkan secara ekstravaganza. Tatanan simpel namun memikat justru maksimal menonjolkan kecantikan sang ratu sehari. Tatanan rambut pengantin wanita adalah salah satu hal yang menjadi pusat perhatian di hari pernikahan. Bagi pengantin muslimah, tatanan rambut ini bisa digantikan oleh tatanan kerudung. Sama seperti tatanan rambut, penataan kerudung juga harus dipersiapkan secara khusus, dengan konsep matang yang selaras dengan penampilan Anda sebagai ratu sehari secara keseluruhan.
Jasa penata kerudung memang penting, tapi akan lebih menolong bila sebelumnya Anda sudah punya bayangan tentang tatanan kerudung ideal Anda. Pertama-tama, Anda harus mengetahui penampilan macam apa yang Anda inginkan di hari istimewa: glamor bak diva, elegan seperti ratu, cantik romantis, atau simpel modern? Kemudian, Anda akan dibimbing untuk mengenali bentuk wajah dan memilih jenis kerudung yang dapat mengoreksi atau menonjolkan wajah Anda.
Dalam mewujudkan konsep yang Anda bayangkan, jangan ragu menciptakan inovasi. Kerahkan segala trik untuk merealisasikannya – jangan terpaku pada properti dasar kerudung. Sehingga kerudung yang Anda kenakan menjadi inspirasi gaya pengantin modern.