Loading
Koleksi Jas Pengantin Harrys Palmer. (Istimewa)
BAGI pria, jas adalah pakaian kebesaran yang melengkapi penampilan resmi mereka. Dia akan tampak gagah dan berwibawa saat mengenakan jas pada upacara maha penting di hari pernikahannya. Setelan jas juga mewakili karya dan kreasi seni mendesain. Semuanya membuat pengantin pria layak dikagumi karena penampilan yang memukau. Warna jas pun tak didominasi hitam, off white, krem atau abu-abu lagi. Warna merah adalah contoh warna yang mendobrak kebiasaan dengan warna baku. Hey!It’s your big day too, grooms!
Bagi sebagian orang, hari pernikahan adalah saat merayakan hidup yang kedua. Yang pertama adalah pada saat lahir. Tepat di hari pernikahan, sepasang mempelai digiring untuk masuk ke kehidupan baru pada masa mendatang. Jadi, yang harus muncul tetap pribadi dari si pengantin.
Agar penampilan si pengantin khususnya pengantin pria memukau maka menjadi tugas dari perancang untuk membantu calon mempelai pria memunculkan kepribadiannya dengan membuat sesuatu yang elegan, glamour, tetapi tetap mengutamakan jas pengantin sebagai pelengkap bukan mendominasi karakter si pengantin.
Untuk mendapatkan jas pengantin yang dapat mencerminkan karakter si empunya memang membutuhkan waktu untuk berkonsultasi dengan desainer jas pengantin. Seperti dikemukakan Harry Sunendar pemilik Harry’s Palmer, pasangan pengantin khususnya calon pengantin pria, oleh sang desainer akan menanyakan terlebih dahulu dimana lokasi akad/pemberkatan dan resepsi pesta.
Dengan demikian desain jas pengantin akan bisa disesuaikan. “Kalau resepsi pernikahannya digelar di hotel berbintang maka desain jas pengantinnya harus lebih eksklusif. Harry juga akan menanyakan selera calon pengantin pria apakah mau jas pengantin yang fesyen trend atau dengan desain yang spesial. Namun demikian
Harry menginginkan pengantin pria harus tampil beda pada hari bahagianya.
Hal yang sama juga dikemukakan Lianto Wongso dari Wong Hang Distinguised Tailor, salah satu tailor khusus jas pengantin yang telah bertahan tiga generasi sejak tahun 1933. Lianto menyebut proses pembuatan jas pengantin dilakukan setelah diskusi dengan calon pengantin khususnya pengantin pria. Prosesnya pembuatan jas langsung dengan desain sendiri dan akan disamakan apabila ada pengantin yang mempunyai konsep acara pernikahan mereka.
“Kami akan memberikan konsep desain yang akan dikenakan, biar jas pengantin yang dibuat menjadi enak dipakai, nyaman dan cantik dilihat,”ujar Lianto.
K.T. Adnani, Managing Director Srivishnu’s International, meski tidak memfokuskan diri pada jas pengantin juga sering melayani pesanan jas pengantin. Biasanya, kata Adnani calon pengantin pria didampingi calon pengantin wanita akan mendiskusikan model jas yang akan dipakai disesuaikan dengan tema pesta serta lokasi akad/pemberkatan dan pesta pernikahan.
Koleksi Jas Pengantin Wong Han. (Istimewa)
“Kita biasa sarankan kepada calon pengantin pria untuk memilih model, serta bahan dan warna dari model yang kita perlihatkan kepada mereka,”kata Adnani.
Seorang penjahit jas yang berpengalaman pastinya akan memperhatikan beberapa hal, antara lain jenis dan struktur bahan yang digunakan untuk jas, memperhatikan bagian-bagian yang paling detail dari tubuh pemakai kemudian melakukan pengukuran yang tepat, desain yang pas, pemotongan bahan, serta fitting dan finishing yang dilakukan oleh seorang desainer.
Mendobrak KebiasaanSoal warna menurut Harry Sunendar, Harry’s Palmer punya beragam warna selain warna-warna yang merupakan warna-warna umum seperti off white, krem, hitam, abu-abu dan abu-abu kehitaman. Warna merah juga merupakan warna pilihan untuk jas pengantin. “Kami mendobrak kebiasaan dengan warna baku dan tidak ada warna yang harus terpaku dengan kebiasaan umum. Jas pengantin berwarna merah juga kini digemari namun harus disesuaikan dengan gaun pengantin,”demikian Harry menegaskan.
Harry juga menambahkan untuk mendesain jas pengantin Harry selalu melihat dengan ‘mata seni’ sehingga harus ada keseimbangan antara gaun pengantin si wanita dan jas pengantin si pria. Akan tetapi, tetap dalam koridor anggun.
“Dalam mendesain jas pengantin, saya mendesainnya dengan rasa seni. Dan, yang saya berikan itu selalu dengan ikhlas. Seluruh imajinasi saya saya keluarkan. Jadi, hasil desain harus benar-benar seimbang antara gaun pengantin sang ratu dan jas pengantin sang raja,”ujar Harry.
Penampilan sang pengantin menurutnya harus benar-benar dibuat spektakuler. Kalau Harry juga diundang pada pesta pernikahannya maka Harry datang dan menilai sendiri apa dan bagaimana hasil kreasinya?
Soal harga setelan jas pengantin serta bahan yang umum digunakan? Ketiganya mematok harga yang bervariatif. Adnani misalnya mematok harga mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 9 juta. Harga tersebut terkait dengan kualitas bahan. Misalnya bahan dari Hugo Boss atau Cerruti harga yang dipatok untuk setelan jas Rp 9 juta. Namun demikian kata Adnani pengantin pria biasanya memesan setelan jas pengantin dengan harga berkisar Rp 1,5 juta hinga Rp 3 juta.
Harry Sunendar mematok harga dari yang paling murah Rp 1 juta lengkap dengan bonus kemeja, dasi dengan desain yang sederhana hingga harga termahal Rp 10 juta. Umumnya calon pengantin pria membeli jas pengantin seharga Rp 3,5 juta secara lengkap yang terdiri dari jas, celana, kemeja, rompi, dua buah dasi, sarung tangan dan ditambah lagi bonus kemeja.
Sementara Lianto Wongso dengan desain-desain jas pengantin yang mengusung konsep elegant style ini, mematok harga yang sudah merupakan harga customized di atas Rp 4 juta hingga Rp 40 juta. Harga yang menjadi harga paket itu sudah termasuk jas, celana, kemeja, rompi, dasi, kancing, permata swarozky, sepatu, belt.
Bagaimana dengan bahan untuk jas pengantin di daerah tropis ini? Ketiganya menyebut bahan dari wol tropis, wol dan semi wol (perpaduan wol dan polyester). Namun akan lebih bagus jika mengandung super black, jet black, off silk (sutera). Untuk jas yang eksklusif biasanya pakai bahan bermerek Hugo Boss atau Cerruti.
Soal trend jas pengantin saat ini tutur Harry jas pengantin yang slim body mengikuti trend anak muda yaitu membentuk tubuh dengan pemotongan yang menyempit di bagian pinggang dan bahu. Cenderung ketat tapi agak longgar. Dengan model seperti ini pengantin pria akan terkesan ramping. Model jas ramping ini harus diikuti pula dengan bentuk celana yang lurus tanpa banyak lipatan.
Ketiga-ketiganya mengaku dalam sebulan melayani calon pengantin yang membeli jas pengantin mulai 20 stel pengantin pria hingga 600 stel jas pengantin pria.