Kamis, 05 Februari 2026

Menuju IPO Triliunan Dolar, SpaceX Pertimbangkan Merger dengan Tesla atau xAI


  • Minggu, 01 Februari 2026 | 13:15
  • | Tekno
 Menuju IPO Triliunan Dolar, SpaceX  Pertimbangkan Merger dengan Tesla atau  xAI Menuju IPO Triliunan Dolar SpaceX Pertimbangkan Merger dengan Tesla atau xAI

JAKARTA, ARAHKITA.COM - SpaceX dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi merger dengan Tesla atau menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI. Langkah ini sebagai bagian dari upaya Elon Musk mengonsolidasikan bisnis-bisnis utamanya.

Musk saat ini sedang melakukan kajian menjelang potensi penawaran saham perdana SpaceX yang diperkirakan bernilai hingga 1,5 triliun dolar AS.

Perusahaan roket tersebut sedang meneliti kelayakan kerja sama dengan Tesla maupun xAI sebelum melangkah lebih jauh menuju pasar publik. IPO SpaceX disebut-sebut dapat digelar pada awal musim panas dan berpotensi menjadi penawaran saham perdana terbesar sepanjang sejarah, dengan target penghimpunan dana hingga 50 miliar dolar AS.

Ambisi Musk terhadap SpaceX tidak berhenti pada peluncuran roket dan misi luar angkasa. Ia disebut tengah mengeksplorasi kemungkinan penempatan pusat data di luar angkasa untuk mendukung komputasi kompleks model kecerdasan buatan. Jika rencana ini terealisasi, xAI akan menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari infrastruktur komputasi berbasis orbit tersebut.

Dalam skenario lain, dilansir The Guardian, kemampuan Tesla dalam memproduksi sistem penyimpanan energi dinilai dapat mendukung operasional SpaceX di luar angkasa, khususnya untuk pemanfaatan energi surya guna menjalankan pusat data. Musk juga sebelumnya membahas penggunaan roket Starship untuk mengangkut robot humanoid Optimus milik Tesla ke Bulan, bahkan ke Mars pada tahap selanjutnya.

Indikasi konsolidasi semakin menguat setelah dua entitas hukum dengan istilah “merger sub” didaftarkan di Nevada pada 21 Januari. Kepala keuangan SpaceX, Bret Johnsen, tercatat sebagai salah satu eksekutif dalam struktur perusahaan tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai tujuan pendiriannya.

Di sisi lain, Tesla sendiri tengah menjalani fase transformasi besar. Musk mengumumkan penghentian produksi SUV Model X dan sedan Model S, yang selama ini menjadi bagian dari lini premium perusahaan. Pabrik di Fremont, California, akan dialihkan untuk memproduksi robot Optimus, menandai pergeseran fokus Tesla dari kendaraan listrik menuju AI dan robotika.

Laporan keuangan terbaru Tesla menunjukkan penurunan penjualan kendaraan dan pendapatan, seiring perusahaan menggantungkan masa depannya pada teknologi kecerdasan buatan. Tesla menyebut tahun ini sebagai fase transisi dari perusahaan berbasis perangkat keras menjadi perusahaan AI fisik. Meski demikian, saham Tesla sempat menguat hingga 4,5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.

SpaceX saat ini masih dimiliki secara privat, dengan Musk menguasai sekitar 42 persen saham dan hampir 79 persen hak suara. Investor lainnya mencakup karyawan, Founders Fund, Fidelity Investments, serta Google Ventures. Dalam komunikasi internal akhir tahun lalu, manajemen SpaceX menyebut IPO sebagai langkah strategis untuk mendanai pengembangan Starship dan meningkatkan frekuensi peluncuran secara signifikan.

Dengan visi Musk yang semakin terintegrasi antara luar angkasa, kendaraan listrik, dan kecerdasan buatan, potensi merger atau kolaborasi lintas perusahaan ini menandai babak baru dalam pembentukan ekosistem teknologi global yang saling terhubung.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru