Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas di Akhir 2025, Ini Faktor Pendorongnya


 Rupiah Diprediksi Menguat Terbatas di Akhir 2025, Ini Faktor Pendorongnya Ilustrasi Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Mon

JAKARTA, ARAHKITA.COM– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak menguat secara terbatas pada perdagangan akhir tahun 2025. Pergerakan mata uang Garuda dinilai cenderung stabil dengan dukungan sentimen global dan domestik yang relatif berimbang.

Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.770 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan penguatan terbatas ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan menguat di kisaran Rp16.700–Rp16.770. Sentimen globalnya berasal dari risalah rapat The Fed periode Desember yang masih membuka peluang penurunan suku bunga tahun depan,” ujar Rully saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Dari dalam negeri, Rully menilai Bank Indonesia (BI) masih akan aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing. Langkah ini dinilai penting untuk menahan volatilitas hingga penutupan perdagangan akhir tahun.

“Dari sisi domestik, BI kemungkinan tetap siaga di pasar untuk melakukan intervensi dan menjaga rupiah tetap stabil hingga akhir perdagangan,” tambahnya, seperti yangbdikurip dari Antara.

Sementara itu, pengamat pasar uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai pergerakan rupiah cenderung terbatas karena aktivitas transaksi yang mulai melambat menjelang pergantian tahun.

“Ini sudah memasuki akhir tahun, jadi pergerakannya terlihat tidak terlalu agresif. Permintaan di pasar cenderung menurun, dengan potensi pergerakan di kisaran Rp16.700–Rp16.780 per dolar AS,” kata Ariston.

Ia menambahkan, secara global masih terdapat sentimen geopolitik seperti ketegangan China–Taiwan serta konflik Rusia–Ukraina yang mendorong penguatan indeks dolar AS. Meski begitu, dampaknya terhadap rupiah dinilai tidak terlalu besar karena minimnya volume transaksi.

Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, rupiah tercatat menguat 34 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp16.737 per dolar AS.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru