Selasa, 27 Januari 2026

Pertamina Perkuat UMKM Lewat Pertapreneur Aggregator, Dorong Bisnis Naik Kelas


 Pertamina Perkuat UMKM Lewat Pertapreneur Aggregator, Dorong Bisnis Naik Kelas Program pendampingan UMKM berkelanjutan Pertapreneur Aggregator (PAG). ANTARA/HO-PT Pertamina (Persero)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu tumbuh berkelanjutan melalui program pelatihan Pertapreneur Aggregator.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan program ini tidak hanya mengejar peningkatan omzet, melainkan membangun fondasi organisasi UMKM agar lebih kuat dan siap berkembang jangka panjang.

Menurutnya, penguatan UMKM dengan organisasi yang sehat selaras dengan Astacita Presiden Prabowo poin 3, yakni penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM bukan hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” kata Baron dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Program Pendampingan Berkelanjutan

Baron menyampaikan, Pertapreneur Aggregator merupakan program pendampingan yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui pendekatan kolaboratif.

Melalui program ini, pelaku UMKM didorong untuk:

  • memperluas akses pasar,
  • meningkatkan kualitas produk,
  • membangun sistem kerja yang rapi,
  • serta memperkuat kepemimpinan organisasi.

“Pertapreneur Aggregator mendorong perubahan cara berpikir UMKM dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Kisah Harumi Fashion: Fokus pada Sistem, Bukan Lagi Bergantung Pemilik

Salah satu contoh peserta yang merasakan dampaknya adalah Harumi Fashion, UMKM asal Jakarta yang berhasil masuk 10 besar program Pertapreneur Aggregator.Harumi Fashion dikenal mengembangkan desain busana Muslim, mukena, dan jilbab. Menariknya, usahanya juga membantu pelaku UMKM lain agar tampil lebih profesional dan menarik di mata pasar—mulai dari penguatan identitas produk hingga strategi presentasi brand.

Pendiri Harumi Fashion, Harumi Kartini, mengaku program ini membuatnya melihat UMKM bukan lagi sekadar “usaha kecil yang dijalankan sendiri”, melainkan organisasi yang harus dibangun dengan sistem.

“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang,” ungkapnya.Perubahan itu terlihat dari cara perusahaan menyusun pekerjaan: ada standardisasi, pembagian peran, serta pengambilan keputusan yang tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada pemilik.

Bahkan untuk pertama kalinya, Harumi Fashion menggelar annual meeting layaknya sebuah organisasi profesional, bukan usaha yang serba spontan sesuai keputusan pemilik.

“Saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju,” jelas Harumi.

Ia menyebut, perannya sebagai CEO kini lebih strategis dibanding sekadar menangani operasional harian.

Lebih Selektif Ambil Peluang: Punya Arah Jangka Panjang

Transformasi pola pikir ini juga berdampak pada keputusan bisnis Harumi Fashion. Jika sebelumnya semua peluang terasa wajib dikejar, kini ia lebih selektif dan berani menolak peluang yang tidak selaras.

“Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi. Jadi arah bisnis lebih jelas dan terukur,” katanya dikutip Antara.

Pertamina Targetkan UMKM Matang Secara Organisasi

Baron menambahkan, Pertamina ingin UMKM binaan bertumbuh bukan hanya dari sisi penjualan, tetapi juga matang secara kepemimpinan dan sistem organisasi.

“Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru