Loading
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta, Selasa (3/9/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu di Jakarta dengan penguatan tipis. Mata uang Garuda naik 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp16.877 per dolar AS.
Meski dibuka menguat, tekanan eksternal dinilai masih berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah sepanjang hari. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan tarif dapat menambah sentimen negatif di pasar keuangan global.
“Pengumuman ini meningkatkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama karena China merupakan importir utama minyak Iran,” ujar Josua Pardede kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (14/1/2026) seperti yang dikutip dari Antara
Mengutip laporan Anadolu, Presiden Trump menyatakan akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap seluruh negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran. Ia menegaskan kebijakan tersebut bersifat final dan akan diterapkan dalam waktu dekat, meski mekanisme detailnya belum diumumkan.
Dengan kondisi tersebut, Josua memperkirakan pergerakan rupiah masih cenderung fluktuatif. “Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS,” katanya.
Sentimen lain datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Inflasi headline AS atau Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 tercatat stabil di level 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti tetap berada di 2,6 persen yoy, sedikit lebih rendah dari perkiraan analis.
Selain inflasi, data penjualan rumah baru AS pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 737 ribu unit, turun tipis dari bulan sebelumnya, namun masih melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran 715 ribu unit.
“Data ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen AS masih relatif tangguh,” tutur Josua.