Senin, 26 Januari 2026

Imbas Longsor di Grasberg Block Cave, Produksi Emas Freeport Turun Tajam


 Imbas Longsor di Grasberg Block Cave, Produksi Emas Freeport Turun Tajam Arsip foto - Tim penyelamat tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia menggunakan berbagai peralatan berupaya menyelamatkan tujuh pekerja yang masih terjebak di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura. ANTARA/HO-PT Freeport Indonesia/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) berdampak besar terhadap kinerja produksi PT Freeport Indonesia. Induk perusahaan Freeport, Freeport-McMoRan Inc (FCX), menyebut kejadian tersebut membuat produksi emas turun tajam hingga 86 persen pada kuartal IV 2025.

Dalam laporan kinerja FCX yang diterima di Jakarta, Jumat (23 Januari 2026), produksi emas Freeport Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat hanya 61 ribu ons. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2024 yang mencapai 428 ribu ons.

Jika dihitung sepanjang tahun, penurunan juga terlihat jelas. Produksi emas Freeport Indonesia selama 2025 tercatat sekitar 937 ribu ons, turun 49,7 persen dibandingkan total produksi 2024 yang mencapai 1,861 juta ons.

Tak hanya emas, produksi tembaga pun ikut terpukul. Pada kuartal IV 2025, produksi tembaga Freeport Indonesia tercatat 49 juta pon, atau turun 89 persen dibanding kuartal IV 2024 yang sempat menyentuh 429 juta pon.

Sementara untuk produksi tahunan, tembaga turun 43,6 persen. Dari total 1.800 juta pon pada 2024, merosot menjadi 1.015 juta pon sepanjang 2025 dikutip Antara.

Dengan skenario pemulihan tersebut, perusahaan memproyeksikan sekitar 85 persen dari total produksi pada kondisi normal bisa kembali pulih pada semester II 2026.

FCX juga menyampaikan langkah-langkah pemulihan yang menjadi syarat produksi kembali disebut berjalan sesuai jadwal. Proses itu meliputi pembersihan lumpur di area tambang, perbaikan infrastruktur pendukung, hingga pemasangan pengaman untuk menunjang keselamatan dan kelancaran operasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru