Kamis, 29 Januari 2026

Menhub Resmikan Stasiun Jatake, Perkuat Transportasi Massal Berbasis Kawasan di Tangerang


 Menhub Resmikan Stasiun Jatake, Perkuat Transportasi Massal Berbasis Kawasan di Tangerang Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) Dudy Purwagandhi saat memberikan sambutan dalam peresmian Stasiun Kereta Api Jatake, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu (28/1/2026). ANTARA/HO-Kemenhub/pri.

TANGERANG, ARAHKITA.COM – Pemerintah terus mempercepat penguatan transportasi massal berbasis kawasan. Salah satunya lewat pengoperasian Stasiun Kereta Api Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten, yang resmi mulai beroperasi pada Rabu (28/1/2026).

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik kini diarahkan untuk membentuk ekosistem mobilitas yang saling terhubung, efisien, dan tertata.

“Transportasi publik tidak lagi berdiri sendiri, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem pergerakan masyarakat yang terintegrasi,” ujar Dudy dalam keterangan tertulisnya.Menurutnya, pengoperasian Stasiun Jatake sejalan dengan kebijakan nasional yang menitikberatkan pada penguatan transportasi massal melalui kolaborasi lintas sektor, integrasi kawasan, serta keberlanjutan layanan mobilitas.

Pendekatan ini mendorong sinergi antara pemerintah pusat, PT Kereta Api Indonesia, pemerintah daerah, dan pihak swasta agar sistem transportasi berkembang seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat ekonomi.

Menariknya, pembangunan Stasiun Jatake tidak menggunakan dana APBN. Proyek ini lahir dari skema kolaborasi yang dinilai lebih adaptif dan akuntabel

“Model ini menunjukkan upaya pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelas Dudy.

Stasiun Jatake dirancang sebagai bagian dari jaringan perkeretaapian perkotaan dan regional. Dengan luas bangunan lebih dari 3.000 meter persegi, peron yang memadai, serta kapasitas pelayanan puluhan ribu penumpang per hari, stasiun ini diharapkan menjadi simpul baru mobilitas di Tangerang.

Kehadiran Stasiun Jatake juga memperluas akses transportasi bagi warga di kawasan Serpong, BSD, dan sekitarnya, sekaligus memperkuat konektivitas antarsimpul transportasi dalam sistem mobilitas perkotaan Jabodetabek.

Dudy menegaskan bahwa penguatan transportasi massal merupakan bentuk investasi sosial yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama para pekerja yang bergantung pada angkutan publik setiap hari.

“Integrasi simpul transportasi dengan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi menjadi kunci membangun pergerakan yang seimbang dan berdaya saing,” ujarnya.Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake sebagai wujud komitmen KAI mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan dalam memperkuat ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi.

Stasiun ini dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan pendekatan Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan transportasi publik dengan pengembangan wilayah.

“Model TOD memungkinkan transportasi dan pertumbuhan kawasan berjalan beriringan,” kata Bobby dikutip Antara.

Ia menjelaskan, Stasiun Jatake memiliki luas 3.198 meter persegi dengan kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari. Operasionalnya didukung layanan Commuter Line dengan selang waktu keberangkatan 5–10 menit.

Fasilitas pendukung seperti area parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan juga disiapkan untuk menjamin keberlanjutan mobilitas masyarakat sekitar.

Bobby menambahkan, tingginya mobilitas penduduk usia produktif di Kabupaten Tangerang tercermin dari jumlah pengguna Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang mencapai 77,55 juta orang sepanjang 2025.

“Angka ini menegaskan peran strategis kereta api perkotaan dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat penyangga Jakarta,” pungkasnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru