Pembangunan jalan akses di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan terus dikebut untuk mendukung pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) atau food estate Wanam. (ANTARA/HO-Jhonlin Group)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pembangunan jalan akses menuju Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dikebut sebagai penopang utama pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam. Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional ini menjadi tulang punggung program food estate untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Anggota tim survei Jhonlin Group, Alex Bastomi, menjelaskan bahwa pekerjaan di lapangan tetap berjalan meski medan tidak mudah. Kawasan Wanam didominasi rawa berlumpur, curah hujan tinggi, serta kondisi pasang surut air yang kerap menghambat mobilisasi alat berat.
Hingga awal 2026, perintisan jalan telah mencapai 58,44 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 11,53 kilometer sudah diperkeras sehingga dapat dilalui kendaraan proyek. Di sisi lain, pembukaan lahan pertanian telah menyentuh angka 9.781 hektare sebagai tahap awal cetak sawah baru.
Pemerintah memproyeksikan Wanam menjadi cadangan pangan nasional melalui pengembangan lahan hingga 1 juta hektare. Selain jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan irigasi, infrastruktur dasar, serta sistem transportasi logistik agar hasil pertanian dapat terdistribusi dengan efisien.
Jalan utama sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Wanam dengan Kota Merauke menjadi prioritas. Sebagian ruas kini sudah bisa dimanfaatkan untuk mengangkut material konstruksi dan kebutuhan proyek lainnya.
“Ruas yang sudah diperkeras dengan batu saat ini bisa dilewati kendaraan. Ini sangat membantu aktivitas di lapangan,” ujar Alex. Pihaknya menargetkan percepatan agar akses tersebut segera berfungsi penuh bagi masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Dampak positif mulai dirasakan warga setempat. Ulus, sopir truk pengangkut material asal Merauke, mengaku kondisi akses sekarang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu ketika mobilitas hanya mengandalkan jalur air.
“Dulu jalannya setengah mati karena lumpur semua. Sekarang sudah jauh mending dan bisa dilalui mobil,” tuturnya. Ia bahkan sempat terlibat sebagai tenaga survei saat pembangunan dermaga Wanam pertama kali direncanakan.
Untuk menjaga kualitas jalan, proyek ini dilengkapi sistem drainase terintegrasi yang sekaligus mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian. Dengan infrastruktur yang lebih baik, biaya transportasi diharapkan turun dan distribusi logistik menjadi lebih lancar.
Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kualitas lahan di Merauke sangat potensial, bahkan disebut lebih baik dibandingkan lahan pertanian di Australia untuk skala produksi besar.
Komitmen serupa disampaikan pimpinan Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Ia menegaskan keterlibatannya dalam proyek cetak sawah Merauke merupakan bagian dari tugas negara untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Bagaimana program satu juta hektare ini bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun, itu yang saya pikirkan, bukan soal untung rugi,” ujarnya dikutip Antara.
Dengan progres yang terus berjalan, Wanam diproyeksikan menjadi lumbung pangan baru Indonesia. Jalan akses yang semakin terbuka bukan hanya mempermudah proyek, tetapi juga membuka harapan ekonomi bagi masyarakat Papua Selatan.