Selasa, 06 Oktober 2026

Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp12,83 Triliun, Dorong Daya Beli di Awal 2026


 Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp12,83 Triliun, Dorong Daya Beli di Awal 2026 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Bayu Saputra/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah resmi menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun untuk menggerakkan aktivitas ekonomi pada kuartal I 2026. Program ini difokuskan pada keringanan biaya transportasi dan penguatan bantuan sosial bagi masyarakat, terutama selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa langkah tersebut dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong mobilitas masyarakat pada momentum libur panjang. Paket ini mencakup diskon tiket pesawat, potongan tarif kereta api dan kapal laut, pengurangan biaya jalan tol, serta penyaluran bantuan sosial dalam bentuk kebutuhan pokok.

Dari total anggaran, sekitar Rp200 miliar dialokasikan khusus untuk sektor transportasi. Pemerintah memberikan insentif berupa potongan harga tiket pesawat hingga 16 persen melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Pengelola bandara juga ikut memberikan keringanan biaya layanan hingga 50 persen, disertai penyesuaian harga avtur.

Untuk moda lain, tarif kereta api dan transportasi laut direncanakan turun hingga 30 persen. Sementara pengguna jalan tol akan mendapatkan diskon sampai 20 persen pada periode tertentu yang disesuaikan dengan arus mudik dan balik.

Porsi terbesar stimulus tetap diarahkan pada bantuan sosial yang nilainya mendekati Rp12 triliun. Program ini meliputi penyaluran beras 10 kilogram selama dua bulan serta penyediaan MinyaKita dengan mekanisme serupa. Pemerintah menilai dukungan langsung kepada rumah tangga menjadi cara paling efektif menjaga konsumsi di tengah dinamika ekonomi global.

Kebijakan tersebut sengaja difokuskan pada kuartal pertama karena periode ini dinilai krusial bagi fondasi pertumbuhan sepanjang tahun. Pemerintah berharap kombinasi insentif transportasi dan bansos dapat mempercepat perputaran uang di daerah, menghidupkan sektor pariwisata, serta membantu pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada momentum lebaran dikutip Antara.

Meski memberikan banyak keringanan, pemerintah menegaskan bahwa tidak ada program diskon tarif listrik pada 2026. Fokus kebijakan diarahkan pada sektor yang berdampak langsung terhadap mobilitas dan kebutuhan pokok masyarakat.

Melalui paket stimulus ini, pemerintah optimistis perekonomian awal tahun dapat tumbuh lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dukungan fiskal diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan perjalanan, belanja rumah tangga, hingga bergeraknya kembali sektor jasa dan perdagangan di berbagai daerah.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru