Senin, 21 September 2026

Joint Announcement di Brussels, Indonesia dan Uni Eropa Mantapkan Kerja Sama Halal


 Joint Announcement di Brussels, Indonesia dan Uni Eropa Mantapkan Kerja Sama Halal Indonesia dan Uni Eropa menandatangani Joint Announcement di Brussels di sela agenda High-Level Study Visit on the EU Single Market Principles and Indonesian Halal Certification Policy, Selasa (10/2/2026). (Foto: ekon.go.id)

BRUSSELS, ARAHKITA.COM — Upaya mempererat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa kembali diperkuat melalui penandatanganan Joint Announcement yang menegaskan komitmen bersama dalam dialog kerja sama halal dan fasilitasi perdagangan.

Penandatanganan ini berlangsung di Brussels, di sela agenda High-Level Study Visit on the EU Single Market Principles and Indonesian Halal Certification Policy, Selasa (10/2/2026). Momentum ini menjadi penanda keseriusan kedua pihak untuk menjaga komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan di tengah dinamika perdagangan global.

Tak hanya soal halal, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan penyelesaian Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), khususnya tahapan legal scrubbing yang tengah berjalan. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi, menyampaikan harapan agar proses tersebut dapat dipercepat sehingga kesepakatan bisa segera memberi kepastian bagi pelaku usaha.

“Indonesia berharap legal scrubbing IEU-CEPA dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga implementasinya segera dirasakan dunia usaha,” ujarnya.

Melalui Joint Announcement ini, Indonesia dan Uni Eropa sepakat memperdalam dialog di sejumlah isu strategis, termasuk pemahaman atas implikasi Pasar Tunggal Uni Eropa terhadap hubungan dagang kedua pihak. Dialog dan pertukaran pandangan dipandang krusial untuk membangun transparansi serta saling pengertian terkait praktik regulasi yang berlaku.

Kedua pihak juga menyepakati kelanjutan kerja sama teknis dan pertukaran informasi mengenai sertifikasi halal Indonesia di kawasan Uni Eropa. Dalam proses ini, Indonesia mencatat pandangan Uni Eropa terkait pengaturan halal, sembari menegaskan pentingnya dialog berkelanjutan yang tetap menghormati otonomi regulasi masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, delegasi Indonesia yang dipimpin Deputi Edi menggelar pertemuan bilateral dengan Deputy Director-General for Trade Komisi Eropa, Maria Martin-Prat De Abreu. Pembahasan difokuskan pada tindak lanjut teknis kerja sama, termasuk penyelarasan kebijakan halal dan progres penyelesaian IEU-CEPA dikutip dari laman ekon.go.id

Pemerintah Indonesia menilai rangkaian langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun hubungan ekonomi Indonesia–Uni Eropa yang terbuka, konstruktif, dan saling menguntungkan. Dialog yang efisien dan kolaboratif diharapkan mampu memberi kejelasan bagi pelaku usaha sekaligus mendorong kelancaran arus perdagangan kedua pihak.

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Evita Manthovani serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru