Imbas Konflik Timur Tengah, Empat Penerbangan Internasional dari Bali Tertunda


 Imbas Konflik Timur Tengah, Empat Penerbangan Internasional dari Bali Tertunda Imbas konflik Iran Vs Israel, penerbangan Qatar Airways Denpasar–Doha dibatalkan (merdeka.com)

DENPASAR, ARAHKITA.COM — Dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai terasa hingga Bali. Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat empat penerbangan internasional dari Denpasar mengalami penundaan dan penyesuaian jadwal menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara, pascaserangan terhadap Iran.

Kepala Divisi Komunikasi dan Hukum Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

“Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, terdapat beberapa rute penerbangan internasional yang mengalami penundaan maupun penyesuaian jadwal,” ujarnya dalam keterangan resmi di Denpasar, Sabtu (28/2/2026).

Hingga pukul 21.00 WITA, satu penerbangan internasional tercatat postponed atau dijadwalkan ulang, yakni Etihad Airways dengan nomor penerbangan EY477 rute Denpasar (DPS)–Abu Dhabi (AUH).

Sementara itu, tiga penerbangan lainnya mengalami canceled atau penundaan keberangkatan, yaitu:

  • Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai
  • Emirates EK399 rute Denpasar–Dubai
  • Qatar Airways QR963 rute Denpasar–Doha

Pihak bandara memastikan koordinasi terus dilakukan dengan maskapai penerbangan terkait pembaruan jadwal serta penanganan penumpang yang telah tiba di bandara sebelum mendapat informasi pembatalan.

Tak hanya itu, pengelola bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan ruang udara internasional, serta dengan aparat keamanan guna mengantisipasi potensi gangguan di area bandara dikutip Antara.

Bagi penumpang yang membutuhkan informasi terkini, Bandara Ngurah Rai menyediakan help desk di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional. Informasi juga dapat diakses melalui contact center 172.

Sebagai informasi, gelombang penutupan ruang udara terjadi setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran. Mengutip laporan Al Jazeera, beberapa negara yang menutup wilayah udaranya antara lain Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, serta sebagian wilayah Suriah.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru