Mudik Lebaran 2026 Terkendali, ASDP Layani 2,6 Juta Penumpang


 Mudik Lebaran 2026 Terkendali, ASDP Layani 2,6 Juta Penumpang Dokumentasi - Kapal penyeberangan ferry milik PT ASDP sedang berlabuh. ANTARA/HO-ASDP

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Arus mudik Lebaran 2026 terpantau berjalan lancar dan terkendali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan pergerakan masyarakat tetap dapat diantisipasi berkat kesiapan operasional dan koordinasi lintas sektor.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga hari H Lebaran, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 2.596.597 orang. Angka ini meningkat 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 2.463.910 orang.

Tak hanya penumpang, jumlah kendaraan yang menyeberang juga mengalami kenaikan. Tercatat sebanyak 667.526 unit kendaraan telah dilayani, atau naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat tidak mengganggu kelancaran layanan penyeberangan.

“Di tengah tingginya volume pergerakan pemudik, kami memastikan layanan tetap prima melalui peningkatan kapasitas operasional, penguatan layanan, serta koordinasi intensif lintas stakeholder,” ujarnya.

Lintasan Padat, Strategi Diperkuat

Lintasan Jawa–Sumatra–Bali masih menjadi jalur paling sibuk selama musim mudik tahun ini. Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan berbagai strategi, mulai dari:

  • Penyesuaian pola operasi kapal
  • Penambahan kesiapan personel
  • Rekayasa lalu lintas
  • Penerapan delaying system di buffer zone

Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga arus tetap lancar meski volume pemudik meningkat signifikan.

Strategi Arus Balik Mulai Disiapkan

Memasuki periode arus balik, ASDP juga telah menyiapkan skema distribusi kendaraan agar tidak terjadi penumpukan.

Salah satu langkahnya adalah pengalihan layanan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk kendaraan golongan besar (VIB, VII, VIII, IX) pada 23–29 Maret 2026. Sementara kendaraan kecil dan sepeda motor tetap dilayani melalui Pelabuhan Merak.

Selain itu, ASDP menerapkan sistem Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) secara dinamis untuk mempercepat proses bongkar muat kapal dan menjaga rotasi tetap optimal.

Penguatan sistem pengendalian juga dilakukan melalui Port Operational Control Center berbasis real-time di lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Tiket Masih Tersedia, Pemudik Diminta Antisipatif

ASDP memastikan ketersediaan tiket arus balik masih sangat memadai. Hingga periode H sampai H+10, tingkat ketersediaan tiket di lintasan utama mencapai 98,66 persen.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sejak jauh hari.

Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk:

  • Mengisi data penumpang dengan benar
  • Datang ke pelabuhan sesuai jadwal
  • Menghindari pembelian tiket mendadak

Diskon Tarif Jadi Daya Tarik

Program stimulus diskon tarif yang diberikan pemerintah dan ASDP turut mendorong tingginya minat masyarakat menggunakan layanan penyeberangan.

Sejak 12 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,06 juta pengguna jasa dengan potongan hingga 100 persen tarif jasa pelabuhan atau sekitar 21,9 persen dari total tarif.

Hingga 21 Maret 2026, realisasi stimulus mencapai Rp14,5 miliar atau sekitar 40,84 persen dari target.

Program ini berlaku di tujuh lintasan utama, termasuk:

  • Merak–Bakauheni
  • Ketapang–Gilimanuk
  • Lembar–Padangbai
  • Kupang–Rote

Tak hanya itu, kebijakan single tarif di Pelabuhan Bakauheni juga diberlakukan mulai 23 hingga 31 Maret 2026 guna memperlancar arus balik dikutip Antara.

Komitmen Layanan Tetap Prima

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan penyeberangan tetap aman, nyaman, dan terkendali, terutama selama periode arus balik Lebaran 2026.

Upaya kolaboratif antara operator, pemerintah, dan stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan mudik tahun ini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru