Pembangunan GITET Kalipuro di Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/HO-PLN Jatim
SURABAYA, ARAHKITA.COM – Upaya memperkuat sistem kelistrikan di Jawa dan Bali terus dipercepat. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) kini menghadirkan enam unit interbus transformer (IBT) berkapasitas besar untuk mendukung operasional Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kalipuro, Banyuwangi.
Langkah ini menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran listrik sekaligus menjaga kestabilan pasokan energi di sistem Jawa-Bali.
General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan listrik tetap andal di tengah meningkatnya kebutuhan energi.
“Seluruh tim di lapangan bekerja ekstra agar setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja,” ujarnya di Surabaya, Selasa (21/4/2026) dikutip Antara.
Peran Penting IBT: “Jantung” Distribusi Listrik
Enam unit IBT yang telah tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, memiliki peran krusial dalam sistem kelistrikan. Perangkat ini berfungsi sebagai penghubung sekaligus pengatur distribusi daya dari tegangan tinggi 500 kV ke 150 kV.
Dengan kata lain, IBT menjadi “jantung” yang memastikan aliran listrik besar dapat didistribusikan secara stabil dan efisien ke berbagai wilayah.
Kehadiran IBT ini juga diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Banyuwangi dan sekitarnya, sekaligus memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Bali.
Mobilisasi Berat, PLN Minta Pengertian Masyarakat
Proses pengiriman IBT bukanlah hal sederhana. Dengan ukuran dan bobot yang sangat besar, mobilisasi alat ini memerlukan kendaraan khusus multi-axle serta pengaturan lalu lintas yang ketat.
PLN menyadari proses ini berpotensi menimbulkan perlambatan arus kendaraan di sejumlah jalur. Karena itu, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama proses pengangkutan berlangsung.
Target Operasi 2027, Dukung Industri hingga Pariwisata
PLN menargetkan Gardu Induk 150 kV Kalipuro mulai beroperasi pada Januari 2027. Proyek ini akan menjadi pelengkap penting bagi GITET 500 kV Kalipuro dalam menyalurkan energi secara lebih andal dan efisien ke pusat-pusat beban.
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi listrik dari Jawa Timur ke Bali. Dampaknya akan terasa langsung pada sektor industri, pariwisata, hingga aktivitas pelabuhan di Banyuwangi.
Dengan sistem yang semakin kuat, PLN berharap potensi gangguan listrik bisa diminimalisir, sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional jaringan listrik di masa depan.