UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi Rp1,7 Triliun, Pemerintah Perluas Akses Pasar Global


 UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi Rp1,7 Triliun, Pemerintah Perluas Akses Pasar Global Tangkapan layar - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti dalam agenda Peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Upaya pemerintah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional mulai menunjukkan hasil positif. Program UMKM BISA Ekspor yang dijalankan Kementerian Perdagangan berhasil membukukan transaksi sebesar 107,34 juta dolar AS sepanjang Januari hingga April 2026.

Nilai tersebut berasal dari purchase order (PO) senilai 11,72 juta dolar AS dan potensi transaksi mencapai 95,62 juta dolar AS. Capaian ini menjadi sinyal bahwa produk-produk UMKM Indonesia semakin kompetitif dan diminati pasar global.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengatakan pemerintah terus memperluas penetrasi pasar melalui berbagai misi dagang ke sejumlah negara strategis.

Menurutnya, dalam satu setengah tahun terakhir pemerintah aktif membuka akses pasar baru, termasuk ke Jerman, China, dan Jepang. Ke depan, pemerintah juga akan memetakan negara-negara lain yang memiliki potensi besar bagi produk ekspor Indonesia.

“Business matching dan pitching akan terus diperkuat agar UMKM Indonesia semakin mudah bertemu dengan buyer internasional,” ujar Dyah Roro dalam peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin (25/5/2026) dikutip Antara.

Selama empat bulan pertama tahun ini, program tersebut telah menggelar 278 kegiatan, terdiri dari 146 pitching dan 132 pertemuan bisnis dengan buyer luar negeri. Sebanyak 552 pelaku usaha turut ambil bagian dalam berbagai agenda tersebut.

Pemerintah juga memanfaatkan jaringan perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia di berbagai negara. Saat ini, Indonesia memiliki perwakilan perdagangan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

Perwakilan tersebut berperan membantu mencarikan calon pembeli potensial sekaligus menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional.

Dyah Roro menegaskan bahwa kegiatan business matching kini dilakukan secara rutin, bahkan hampir setiap hari. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mempercepat ekspor produk UMKM sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.

Mulai 2026, program UMKM BISA Ekspor juga akan memperkuat kolaborasi dengan KBRI dan KJRI di berbagai negara. Kerja sama ini difokuskan pada penyelenggaraan pitching dan business matching agar peluang ekspor UMKM semakin terbuka luas.

Di tengah tantangan ekonomi global, capaian ini menunjukkan bahwa sektor UMKM tetap menjadi motor penting pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus bagian dari penguatan ekosistem green economy Indonesia melalui peningkatan produktivitas dan ekspansi pasar yang berkelanjutan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru