Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Model Baru Pengelolaan Sampah Berbasis Insentif Digital


 Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Model Baru Pengelolaan Sampah Berbasis Insentif Digital Kolaborasi Bluebird Group, Rekosistem, dan BCA Digital menghadirkan model pengelolaan sampah berbasis insentif digital di Bali. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Upaya mempercepat transisi menuju ekonomi hijau kini tidak lagi sebatas wacana. Kolaborasi lintas sektor antara Bluebird Group, Rekosistem, dan BCA Digital menghadirkan model baru pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan inklusif melalui peresmian #bluBuatBaik Waste Station di Pool Bluebird Jimbaran, Bali.

Inisiatif ini menghadirkan titik drop-off sampah terpilah yang terintegrasi dengan sistem insentif digital. Masyarakat tidak hanya diajak memilah sampah secara bertanggung jawab, tetapi juga mendapatkan manfaat langsung berupa saldo digital dari setiap kontribusi yang mereka lakukan.

Model Kolaborasi yang Saling Menguatkan

Skema kolaborasi ini dirancang dengan pendekatan holistik. Bluebird Group menyediakan lokasi strategis dan dukungan mobilitas, Rekosistem memastikan pengelolaan sampah berjalan transparan hingga tahap akhir, sementara BCA Digital memperkuat partisipasi publik lewat insentif saldo bluAccount hasil konversi Rekopoin.

Pendekatan tersebut membuat proses pengelolaan sampah menjadi lebih sederhana, terukur, dan relevan dengan gaya hidup digital masyarakat. Insentif finansial yang langsung dirasakan terbukti mampu meningkatkan minat publik untuk berpartisipasi secara konsisten.

“Sebagai perusahaan teknologi yang berorientasi pada dampak, kami ingin mendorong kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Insentif digital menjadi cara efektif agar ekonomi sirkular terasa nyata dan mudah diakses,” ujar Nariswari Yudianti, Head of Corporate Communications BCA Digital.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan regulator, khususnya Otoritas Jasa Keuangan, yang mendorong penguatan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor keuangan.

Dampak Terukur dan Partisipasi Publik

Waste station di Bali ini menjadi titik kedelapan hasil kolaborasi BCA Digital dan Rekosistem. Sebelumnya, tujuh titik serupa telah beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Surabaya dengan tingkat partisipasi publik yang stabil.

Secara kumulatif, program ini telah mengelola lebih dari 163 ribu kilogram sampah dan menekan emisi karbon hingga 154 ribu kilogram CO₂. Sampah yang terkumpul didominasi material anorganik seperti kertas, kardus, dan plastik, dengan ribuan pengguna aktif terlibat dalam ekosistem ini.

Menjawab Tantangan Sampah Nasional

Tantangan pengelolaan sampah di Indonesia masih besar. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah nasional mencapai lebih dari 37 juta ton per tahun, namun baru sekitar sepertiganya yang terkelola dengan baik. Di Bali sendiri, timbulan sampah mencapai 1,2 juta ton pada 2024, dengan Denpasar sebagai penyumbang terbesar.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang mampu menjawab persoalan dari hulu hingga hilir, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Peran Bluebird dan Rekosistem dalam Ekosistem Hijau

Di tingkat operasional, Bluebird Group Bali memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui penggunaan kendaraan listrik dan CNG, pemasangan panel surya, penyediaan EV charging station, serta kebijakan pengurangan plastik sekali pakai.

Sementara itu, Rekosistem memastikan setiap sampah yang disetor masyarakat diproses secara tuntas melalui sistem pelacakan terintegrasi. Model ini mendukung kebiasaan pilah–kemas–setor yang konsisten sebagai fondasi ekonomi sirkular.

Sentuhan Kreatif untuk Perubahan Perilaku

Menariknya, waste station ini juga diperkaya dengan sentuhan seni lokal. Seniman Bali, Monez, menghadirkan mural bergaya pop-art dengan karakter berbusana adat Bali, merepresentasikan harmoni manusia dan alam. Pendekatan kreatif ini diharapkan mampu mengubah stigma daur ulang menjadi aktivitas yang modern, positif, dan dekat dengan keseharian masyarakat.

Menuju Model yang Bisa Direplikasi

Kolaborasi ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular membutuhkan sinergi nyata antarindustri. Perpaduan transportasi bersih, pengelolaan sampah terukur, layanan perbankan digital, dan kreativitas lokal membuka peluang replikasi model serupa di berbagai daerah Indonesia.

Langkah konkret ini menjadi contoh bahwa ekonomi hijau dapat dibangun dari aksi sederhana, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat maupun lingkungan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru