Loading
Arsip foto - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani (tengah) menghadiri pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran Komisaris dan Direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). ANTARA/HO-Danantara Indonesia.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kekuatan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) semakin menunjukkan peran strategisnya bagi perekonomian Indonesia. Nilai kapitalisasi pasar gabungan bank-bank pelat merah tersebut kini telah mencapai sekitar Rp1,1 kuadriliun.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan yang tercatat di Indonesia.
Menurut Rosan, besarnya nilai pasar tersebut menunjukkan bahwa Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjalankan berbagai program pembangunan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Rosan dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Bukan Sekadar Mencetak Laba
Baca juga:
Airlangga Minta Himbara Tak Tergesa Naikkan Bunga Kredit Meski BI Rate Tembus 5,75 PersenRosan menegaskan, peran Himbara tidak hanya sebatas sebagai institusi keuangan yang mengejar keuntungan. Bank-bank BUMN juga diharapkan mampu menjadi instrumen pembangunan yang memperluas akses ekonomi bagi masyarakat di berbagai lapisan.
Posisi strategis tersebut dinilai semakin penting di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto, lanjut Rosan, berharap Himbara dapat menjangkau lebih banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Dengan semakin luasnya akses pembiayaan, jutaan pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka sehingga berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar," kata Rosan.
Danantara Perkuat Sinergi Bank BUMN
Sementara itu, ahli perbankan Moch. Amin Nurdin menilai kehadiran Danantara Indonesia semakin memperkuat transformasi peran Himbara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, koordinasi yang lebih terintegrasi di bawah Danantara memungkinkan sinergi antarbank BUMN berjalan lebih efektif sehingga berbagai program pemerintah dapat dieksekusi dengan lebih optimal.
"Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden, terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Pertumbuhan Harus Tetap Berkualitas
Meski prospeknya dinilai positif, Amin mengingatkan bahwa ekspansi bisnis dan penambahan penugasan kepada Himbara harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang kuat.
Semakin luasnya penyaluran kredit dan bertambahnya jumlah nasabah memang berpotensi meningkatkan pertumbuhan bisnis. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko pembiayaan apabila tidak dikelola secara hati-hati.
Karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta disiplin manajemen risiko menjadi faktor penting untuk menjaga kinerja Himbara tetap sehat dan berkelanjutan.
"Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," tutur Amin dikutip Antara.
Dengan dukungan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp1,1 kuadriliun dan penguatan koordinasi melalui Danantara Indonesia, Himbara dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Namun, keberhasilan tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kualitas kredit, dan tata kelola yang sehat.