Sabtu, 15 Agustus 2026

MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market, Airlangga: Aksesibilitas Pasar Tetap Kuat


 MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market, Airlangga: Aksesibilitas Pasar Tetap Kuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui awak media di Jakarta, Rabu (24/6/2026). ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan nasional. Pemerintah menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa aksesibilitas pasar modal Indonesia masih terjaga dan tetap menarik bagi investor global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan status tersebut menegaskan bahwa Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai negara berkembang dengan pasar modal yang relevan dalam peta investasi dunia.

“Keputusan tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai pasar negara berkembang dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Keputusan itu merujuk pada hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan pada 23 Juni 2026. Dalam laporan tersebut, MSCI tidak mengubah status Indonesia dan juga tidak membuka konsultasi terkait kemungkinan penurunan klasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Pemerintah Cermati Catatan dari MSCI

Meski mempertahankan status Indonesia, MSCI tetap memberikan sejumlah catatan yang menjadi perhatian pemerintah dan pelaku pasar.Lembaga indeks global itu menyoroti pentingnya peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham serta penguatan integritas dalam pembentukan harga di pasar modal.

Menurut MSCI, sebagian investor institusi global masih memiliki kekhawatiran terkait keterbukaan informasi pemegang saham dan adanya indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi memengaruhi penilaian free float maupun keandalan harga saham sebagai acuan investasi.

Catatan tersebut, menurut Airlangga, akan menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat kualitas tata kelola pasar modal Indonesia ke depan.

Reformasi Pasar Modal Diapresiasi

Di tengah sejumlah masukan tersebut, MSCI juga memberikan apresiasi terhadap berbagai reformasi yang telah dilakukan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Beberapa langkah yang mendapat perhatian positif antara lain:

  • Peningkatan keterbukaan identitas pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.
  • Penyempurnaan klasifikasi investor.
  • Implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC).
  • Roadmap peningkatan minimum free float secara bertahap hingga mencapai 15 persen.

Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor internasional.

Reformasi Akan Dipercepat

Pemerintah bersama OJK, BEI, KSEI, dan Bank Indonesia berkomitmen mempercepat berbagai agenda reformasi menjelang evaluasi MSCI berikutnya yang akan berlangsung pada siklus MSCI Index Review November 2026.

Beberapa fokus utama yang akan diperkuat meliputi:

  • Pengawasan pasar yang lebih ketat.
  • Transparansi kepemilikan saham.
  • Tata kelola perusahaan tercatat yang lebih baik.
  • Penguatan integritas perdagangan saham.
  • Penegakan hukum yang lebih efektif.

Selain itu, pemerintah akan terus menjalin komunikasi aktif dengan MSCI dan investor global agar perkembangan reformasi yang dilakukan dapat tercermin secara optimal dalam penilaian aksesibilitas pasar Indonesia.

Perkuat Daya Tarik Investasi

Tidak hanya berfokus pada reformasi regulasi, pemerintah juga akan melanjutkan upaya pendalaman pasar keuangan nasional. Langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar, memperluas basis investor domestik, memperkuat mekanisme pembentukan harga yang sehat, serta meningkatkan efisiensi transaksi di pasar modal.

Airlangga menegaskan bahwa hasil tinjauan MSCI tahun ini harus menjadi momentum untuk mempercepat transformasi pasar modal Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global.

“Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal,” kata Airlangga dikutip Antara.

Menurutnya, reformasi yang dijalankan secara konsisten, ditopang fundamental ekonomi yang kuat serta stabilitas makroekonomi yang terjaga, akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan Asia.

Dengan status Emerging Market yang tetap dipertahankan, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus menarik aliran investasi global sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru