Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan (kiri) menyampaikan materi pada welcoming session dalam rangkaian jumpa media di Ubud, Bali, Jumat (3/7/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa
UBUD, BALI, ARAHKITA.COM – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mulai mengubah strategi pendanaannya dengan memperbesar porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Langkah ini ditempuh untuk menekan biaya dana (cost of fund/CoF) sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan likuiditas yang semakin ketat.
Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan, mengatakan perseroan menargetkan rasio CASA dapat meningkat hingga sekitar 30 persen, bahkan dalam jangka panjang diharapkan mencapai 40 persen. Selama hampir 11 tahun beroperasi, Bank Mantap lebih banyak mengandalkan deposito sebagai sumber pendanaan utama karena dinilai mampu mendukung pertumbuhan kredit pensiunan.
Kini, strategi tersebut mulai bergeser.
"Kalau tabungan dan giro diperbesar, meskipun bunganya sedikit lebih tinggi dibanding pasar, tetap lebih murah daripada deposito. Dengan begitu, cost of fund akan turun," ujar Panji di Ubud, Bali, Sabtu (4/7/2026).
Digitalisasi Jadi Andalan Mengerek CASA
Dalam sekitar tujuh bulan terakhir, Bank Mantap semakin agresif menghimpun dana murah melalui penguatan layanan digital. Berbagai inovasi seperti aplikasi Movin, transaksi QRIS, hingga layanan Mantap Cash Management (MCM) menjadi ujung tombak untuk menarik dana giro dan tabungan dari nasabah.
Strategi tersebut sempat membuahkan hasil. Biaya dana Bank Mantap berhasil turun hingga mencapai 4,02 persen, mendekati level terendah sepanjang sejarah perusahaan.
Namun, kondisi pasar berubah. Sejak Juni 2026, kenaikan suku bunga membuat biaya dana kembali meningkat sehingga target menembus level di bawah 4 persen belum dapat dipertahankan.
"Kalau kondisi likuiditas pasar tidak seketat sekarang, kami sangat optimistis bisa menekan cost of fund di bawah 4 persen," kata Panji.
Target CASA Naik hingga 30–40 Persen
Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar, mengungkapkan rasio CASA Bank Mantap selama lebih dari satu dekade berada di kisaran 20–23 persen.
Kini perseroan ingin membawa rasio tersebut naik ke level yang lebih tinggi.
Untuk mencapainya, Bank Mantap menawarkan produk giro dengan bunga yang kompetitif, memperluas kerja sama melalui ekosistem perusahaan dan instansi menggunakan pendekatan value chain, serta terus menyempurnakan fitur aplikasi Movin agar mampu menjangkau nasabah di luar segmen pensiunan.
Selain itu, Bank Mantap juga tengah menjajaki kolaborasi dengan Pegadaian untuk layanan investasi emas dan menggandeng platform crowdfunding guna memperkaya ekosistem layanan digital.
Menurut Agus, perluasan pasar menjadi langkah penting karena potensi penghimpunan dana murah dari segmen pensiunan memiliki ruang pertumbuhan yang terbatas.
"Kalau hanya mengandalkan pensiunan, potensi CASA memang tidak terlalu besar karena pertumbuhan pendapatan mereka relatif terbatas," ujarnya.
Likuiditas Tetap Terjaga
Meski persaingan menghimpun dana semakin ketat akibat kenaikan suku bunga acuan, Bank Mandiri Taspen memastikan kondisi likuiditas perusahaan masih berada pada level yang sehat.
Perseroan menjaga Loan to Funding Ratio (LFR) di kisaran 85–90 persen, lebih rendah dibandingkan sekitar 95–96 persen pada tahun sebelumnya. Kondisi ini memberikan ruang likuiditas yang lebih longgar untuk mendukung pertumbuhan bisnis dikutip Antara.
Dana Murah Tumbuh Hampir 53 Persen
Kinerja penghimpunan dana Bank Mantap juga menunjukkan tren positif.
Hingga akhir Mei 2026, dana murah yang berasal dari giro dan tabungan meningkat 52,97 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp15,67 triliun. Dengan capaian tersebut, rasio CASA naik menjadi 26,32 persen.
Sementara itu, deposito masih tumbuh 6,38 persen (yoy) menjadi Rp43,87 triliun, sehingga total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 15,65 persen (yoy) menjadi Rp59,53 triliun.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit Bank Mandiri Taspen juga tumbuh 10,21 persen (yoy) menjadi Rp52,52 triliun hingga akhir Mei 2026.
Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong kenaikan total aset perseroan sebesar 14,40 persen (yoy) menjadi Rp78,43 triliun.
Dengan fokus memperbesar dana murah dan memperkuat layanan digital, Bank Mandiri Taspen berharap dapat meningkatkan efisiensi biaya dana sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat di tengah dinamika pasar keuangan.