Polisi Buru Pelaku Teror Bom Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas, Motif Masih Diselidiki


 Polisi Buru Pelaku Teror Bom Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas, Motif Masih Diselidiki Barang bukti sejumlah botol berisi cairan berbahaya lengkap dengan sumbu pembakar diamankan oleh Polda Metro Jaya saat unjuk rasa (unras) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aparat Polres Metro Jakarta Timur masih memburu pelaku yang diduga melakukan aksi teror dengan melemparkan botol yang diindikasikan sebagai bom molotov ke rumah seorang pengacara di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, mengatakan penyidik saat ini terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mengungkap identitas pelaku.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami telah memeriksa dua orang saksi terkait dugaan teror terhadap rumah seorang pengacara," ujar Made Budi di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di kediaman korban bernama Sulardi yang berada di Jalan Mustika Ratu Nomor 01, RT 05/RW 04, Ciracas, Jakarta Timur.

Begitu menerima laporan dugaan percobaan pembakaran dan perusakan, penyidik langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Dari hasil pemeriksaan awal terhadap saksi bernama Niman dan Dadang, diketahui dua orang yang diduga sebagai pelaku datang dengan mengendarai satu sepeda motor secara berboncengan.

Sesampainya di depan rumah korban, salah satu pelaku diduga melemparkan sebuah botol yang terindikasi sebagai bom molotov ke arah pagar rumah sebelum keduanya melarikan diri.

"Para saksi melihat salah satu pelaku melemparkan botol yang diduga bom molotov ke arah pagar rumah korban, kemudian mereka langsung meninggalkan lokasi," jelas Made Budi dikutip Antara.

Setelah kejadian, para saksi segera memastikan kondisi di sekitar lokasi dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mendalami kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku.

Hingga kini, motif di balik aksi teror tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian dan masih membuka berbagai kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana percobaan pembakaran dan perusakan.

Penyidik memastikan proses penyelidikan terus dilakukan hingga identitas pelaku berhasil diungkap dan motif di balik aksi teror tersebut dapat diketahui.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru