Loading
Keyakinan konsumen Indonesia tergelincir di bulan Februari. (Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan dan rupiah melemah pasca rilis resmi di hari Selasa (6/3/2018) yang menunjukkan bahwa optimisme konsumen melemah di bulan Februari 2018.
Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM dalam analisis pasar harian menyebut indeks konsumen Bank Indonesia, keyakinan konsumen domestik merosot ke 122.5 di bulan Februari, karena ekspektasi berkurangnya lapangan kerja dan lemahnya upah meningkatkan pesimisme konsumen.
Walaupun laporan keyakinan konsumen yang mengecewakan dapat mengganggu sentimen investor, perlu diingat bahwa prospek Indonesia tetap sangat menjanjikan, terutama melihat bagaimana pertumbuhan di Q4 berhasil mencapai level tertinggi 4 tahun di 5.19%.
Baca juga:
Hasil Studi CMR Ungkap Konsumen Indonesia Cari Pengalaman Audio-Visual yang Imersif di Neo NormalBerikut ulasan Lukman Otunuga selengkapnya. Terkait prospek forex, rupiah melemah terhadap Dolar AS di hari Selasa. USDIDR diperdagangkan menuju 13773. Rupiah dapat menguat apabila ketidakpastian karena perang perdagangan terus memperlemah DDolar.
Saham Global Menguat, tapi Sampai Kapan?
Sungguh luar biasa namun juga mengkhawatirkan melihat sentimen risk-off di hari Jumat lalu dengan cepat digantikan oleh sentimen risk-on hari ini karena pudarnya kekhawatiran mengenai perang perdagangan global.
Saham global menguat di sesi trading hari Selasa. Saham Asia kembali pulih, mengikuti Wall Street yang memantul di malam harinya. Saham Eropa terangkat karena naiknya selera risiko dan momentum positif ini mungkin akan memperkuat Wall Street di hari ini.
Tekanan tinggi yang dihadapi Trump dari sekutu politiknya untuk mempertimbangkan kembali tarif tinggi yang direncanakan sepertinya telah memperbaiki sentimen risiko.
Trump juga memberi isyarat bahwa pajak baja dan aluminium mungkin dibatalkan apabila AS menegosiasikan perjanjian NAFTA "baru & adil", sehingga investor mengevaluasi kembali kemungkinan terjadinya perang perdagangan global.
Kelegaan pasar saat ini dapat mengangkat saham, namun peningkatan ini mungkin terganjal oleh ketidakpastian.
Sorotan Mata Uang
Pound menguat di hari Senin karena optimisme pasar bahwa Inggris mungkin berhasil mencapai kesepakatan transisi dengan Uni Eropa.
Walaupun Pound terus menguat di hari Selasa, tapi banyak orang yang menduga bahwa ini tidak disebabkan oleh perubahan sentimen terhadap Pound, namun karena Dolar melemah. Pound masih diselimuti oleh ketidakpastian Brexit dan masih berpotensi semakin melemah.
Para trader teknikal akan terus mengamati bagaimana mata uang ini bereaksi terhadap level 1.3850. Penurunan berkelanjutan di bawah 1.3850 dapat menyebabkan depresiasi lebih lanjut menuju 1.3750. Sebaliknya, breakdown dan penutupan harian di atas 1.3850 dapat menyebabkan peningkatan lebih lanjut menuju 1.3920 kemudian 1.4000.
Sorotan Komoditas-Emas
Emas mengalami apresiasi pada sesi hari Selasa walaupun pasar saham di seluruh dunia memantul.
Walaupun turunnya kurs dolar mungkin sedikit berpengaruh pada apresiasi emas, namun alasan utamanya tetap ketidakpastian terkait perang perdagangan global. Logam mulia ini masih berpotensi menguat, tapi ekspektasi kenaikan suku bunga AS dapat membatasi peningkatan harga emas.
Dari perspektif teknis, harga tetap tertekan di bawah $1324.15. Jika bulls gagal melampaui level ini, maka harga dapat melemah ke arah $1310 dan kemudian $1300. Jika bulls menaklukkan $1324.15 maka harga dapat menguat ke $1340.