China Umumkan Tarif Balasan Sebesar 34 Persen untuk Semua Barang Impor dari AS


 China Umumkan Tarif Balasan Sebesar 34 Persen untuk Semua Barang Impor dari AS China Umumkan Tarif Tambahan Balasan Sebesar 34 Persen untuk AS Antaranews

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Beijing pada hari Jumat mengumumkan tarif tambahan 34% untuk semua barang yang diimpor dari AS.

Perang dagang antara dua negara besar itu, memperburuk aksi jual di pasar saham global. Hampir 5 triliun dolar AS  telah dihapuskan dari nilai pasar saham global sejak pidato Trump di Rose Garden pada Rabu malam, demikian menurut perhitungan analis yang dilansir The Guardian.

Meningkatnya permusuhan perdagangan yang dramatis antara dua ekonomi terbesar di dunia memperbesar kekhawatiran di kalangan investor tentang risiko terhadap pertumbuhan global.

Ketua bank sentral AS, Federal Reserve, memperingatkan perang dagang akan berarti inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat. Jerome Powell menolak seruan Trump untuk memangkas suku bunga.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga memperingatkan perang dagang yang meningkat kemungkinan akan menghantam pertumbuhan ekonomi global. "Kebijakan Tarif jelas merupakan risiko yang signifikan terhadap prospek global pada saat pertumbuhan yang lamban," kata direktur pelaksana IMF, Kristalina Georgieva.

Balasan China uncul setelah Trump mengenakan tarif 34% pada barang-barang China yang sebelumnya telah dikenai tarif 20%, sehingga total tarif menjadi 54%. Ia juga mengenakan tarif yang tinggi pada negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Kamboja, dan Thailand.

Trump menanggapi di platform media sosialnya Truth Social pada hari Jumat. Ia berkata: "CHINA BERMAIN SALAH, MEREKA PANIK – SATU HAL YANG TIDAK MAMPU MEREKA LAKUKAN!"

Kanselir Inggris, Rachel Reeves, mengatakan para menteri akan terus bernegosiasi dengan Washington, dengan harapan tarif 10% pada ekspor Inggris dapat dicabut. Inggris menawarkan serangkaian konsesi, termasuk pemotongan pajak layanan digital sebesar £1 miliar per tahun untuk beberapa perusahaan teknologi terbesar.

"Kami ingin melakukan segala hal yang kami bisa, dan kami akan terus melakukan segala hal yang kami bisa untuk mendapatkan kesepakatan terbaik bagi industri Inggris, bekerja sama erat dengan mereka untuk melindungi kesejahteraan dan lapangan pekerjaan di Inggris," katanya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru