Loading
Tradisi Tatung merupakan tradisi unik yang ada di kota Singkawang. (Istimewa)
KOTA SINGKAWANG adalah kota yang terletak di Kalimantan Barat Indonesia tepatnya sekitar 145 KM sebelah utara dari kota Pontianak. Kota yang ditetapkan sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat ini lebih dikenal dengan sebuah wilayah Pecinan, yang juga dijuluki sebagai salah satu kota seribu kelenteng.
Disebut sebagai kota seribu kelenteng karena di kawasan Kota Singkawang ada banyak sekali kelenteng yang telah berdiri di beberapa bagian. Hal inilah yang membuat kawasan Singkawang terkenal dengan banyaknya kelenteng-kelenteng tersebut. Selain itu di kota ini juga ada sebuah tradisi unik yang disebut dengan tradisi tatung dimana sudah dikenal dan juga sudah menjadi salah satu tradisi yang mendunia.
Tradisi Unik Kota Singkawang
Tradisi unik yang ada di kota Singkawang ini telah menunjukkan karakteristik yang berbeda dari berbagai macam tradisi yang lainnya. Hal inilah yang menjadikan tradisi unik dari kota Singkawang ini menjadi suatu tradisi yang mendunia, dan saat ini pun masyarakat di berbagai negara juga telah mengenal tradisi unik yang ada di kota Singkawang.
Sebuah tradisi yang ada di kota Singkawang ini dikenal dengan nama Tatung, tatung merupakan sebuah tradisi yang lebih mengarah kepada atraksi yaitu dengan menusuk-nusuk anggota tubuh dengan benda ataupun alat tajam semacam debus, dengan adanya ciri khas yang hadir di tradisi Tatung telah menjadi salah satu ciri khas yang unik dari kota Singkawang.
Suatu tradisi unik yang ada di kota Singkawang ini sering digelar dalam wujud pawai tahunan saat menyambut perayaan Cap Go Meh. Cap Go Meh ini melambangkan hari ke-15 serta hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek pada masyarakat tionghoa di seluruh dunia, dan seperti yang telah kita ketahui jika di Kota Singkawang dikenal sebagai salah satu kota kelenteng, dan dengan banyaknya berbagai macam klenteng yang berdiri di area Kota Singkawang menjadikan kota ini juga menjadi salah satu kota yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat Tionghoa. Dengan begitu melalui perayaan Cap Go Meh yang di rayakan dengan atraksi maupun teradiksi Tatung menjadikan suatu kesenian yang telah bercampur dengan adat istiadat dan keagamaan.
Selalu DinantiPawai ini sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat khususnya masyarakat Tionghoa, untuk merayakan perayaan Cap Go Meh yang menjadi tahun Imlek ini tentu juga dilengkapi dengan berbagai macam atraksi dari tradisi Tatung, apalagi dengan keunikan yang hadir di beberapa tradisi dari atraksi Tatung pasti akan membuat keunikan tersendiri bagi para wisatawan yang melihatnya. Dengan adanya gabungan antara tradisi Indonesia dengan tradisi Tionghoa ini membuat suatu tradisi yang ada di Indonesia semakin kental dan semakin diutamakan.
Tatung sendiri berasal dari sesuatu bahasa Hakka yang memiliki makna orang yang dirasuki roh Dewa leluhur atau kekuatan supranatural, dengan begitu adanya pawai dari atraksi Tatung ini menjadi salah satu tradisi di Kota Singkawang yang merupakan sebuah tradisi terbesar di wilayah tersebut. Dengan adanya perayaan Cap Go Meh yang dihiasi dengan tradisi tatung menjadikan pertunjukan di Kota Singkawang ini membentuk asimilasi antara budaya Tionghoa dan lokal hingga membuat suatu keunikan dan akan merubah pandangan dunia.
Pawai Tatung yang juga dilakukan menjelang Cap Go Meh ini banyak dihadiri oleh masyarakat maupun para pemerintahan untuk menyaksikan secara langsung atraksi unik dari kota Singkawang, kebanyakan para atraksi atau pemain tatung merupakan peserta yang warga keturunan Dayak Tionghoa. Melalui kesenian, tradisi dan budaya ini tentu ada suatu makna dibalik terciptanya ikon tersebut dan mungkin tradisi ini juga memiliki makna tersendiri dibalik filosofinya.