Menag Nasaruddin Umar: Keindahan Indonesia Lahir dari Perbedaan, Jangan Rusak ‘Lukisan Tuhan‘


 Menag Nasaruddin Umar: Keindahan Indonesia Lahir dari Perbedaan, Jangan Rusak ‘Lukisan Tuhan‘ Menag Nasaruddin Umar bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dalam acara Dialog Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kutai Barat. ( Antara/ho- Adpim)

GLOBAL HARMONY | INTER FIDEI

KUTAI BARAT, ARAHKITA.COM – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia justru terletak pada keberagamannya. Menurutnya, bangsa ini menjadi indah bukan karena semua orang sama, melainkan karena mampu hidup berdampingan di tengah berbagai perbedaan.

Pesan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri Dialog Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah lukisan karya Tuhan yang penuh warna.

"Lukisan indah itu menjadi menakjubkan bukan karena bingkai emas, melainkan karena perpaduan warna putih, merah, hijau, kuning, jingga, dan warna-warna lainnya yang saling melengkapi. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling cantik. Karena itu, jangan ada yang merusak lukisan ini," ujar Nasaruddin Umar.

Indonesia Raih Indeks Kerukunan Tertinggi

Menag juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Barat, untuk terus menjaga semangat toleransi yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.

Ia mengungkapkan, Indonesia berhasil mencatat capaian membanggakan dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Pada periode 2025–2026, indeks kerukunan umat beragama mencapai skor 87, tertinggi sejak pengukuran dilakukan.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu merawat persatuan meski memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi.

"Tidak ada negara yang lebih plural dan heterogen dibanding Indonesia. Kita memiliki ribuan pulau, ratusan budaya, berbagai adat istiadat, bahasa, dan agama. Namun, kita tetap mampu menunjukkan kehidupan yang damai dan rukun," katanya dikutip Antara.

Pesan untuk Pesantren dan Masjid

Dalam dialog tersebut, Menag juga menitipkan pesan kepada lembaga pendidikan Islam dan pengelola rumah ibadah.

Ia berharap pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan.

Begitu pula dengan masjid. Menurutnya, masjid harus menjadi rumah besar bagi seluruh nilai kemanusiaan yang menghadirkan kedamaian, keterbukaan, dan semangat kebersamaan.

"Semua anak Indonesia adalah bersaudara. Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan, bukan hanya rumah bagi umat Islam saja," tuturnya.

Gubernur Kaltim: Kutai Barat Contoh Nyata Toleransi

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyampaikan apresiasi atas kehidupan masyarakat Kutai Barat yang dinilainya mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.

Menurut Rudy, Kalimantan Timur merupakan miniatur Indonesia, sementara Kutai Barat menjadi salah satu contoh terbaik bagaimana masyarakat dengan latar belakang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai.

"Salah satu contoh keberagaman terbaik ada di Kutai Barat. Di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama, masyarakat mampu hidup rukun, saling menghormati, bergotong royong, dan menjaga kedamaian," ujarnya.

Komitmen Pemprov Kaltim Merawat Kerukunan

Sebagai bentuk komitmen menjaga toleransi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memberikan perhatian kepada seluruh penjaga rumah ibadah tanpa membedakan agama.

Pemprov Kaltim secara rutin memfasilitasi program perjalanan religi bagi para pengurus rumah ibadah. Program tersebut meliputi perjalanan ibadah ke Makkah dan Madinah bagi umat Islam, Yerusalem bagi umat Kristen, Vatikan bagi umat Katolik, India bagi umat Hindu, serta Tibet dan sejumlah situs suci bagi umat Buddha dan Konghucu.

Pemerintah berharap program ini semakin memperkuat semangat toleransi di tingkat akar rumput serta mempertahankan Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerukunan dan toleransi terbaik di Indonesia.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Global Harmony Terbaru