Utusan Belanda Sebut Indonesia Punya Peran Besar Dorong Toleransi Dunia, Ini Alasannya


 Utusan Belanda Sebut Indonesia Punya Peran Besar Dorong Toleransi Dunia, Ini Alasannya Duta Besar untuk Tahta Suci sekaligus Utusan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Kerajaan Belanda Paul Bekkers di Jakarta, Rabu (8/7/2026). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indonesia dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama di tingkat dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia dianggap mampu menjadi contoh bagaimana keberagaman dapat dikelola melalui dialog dan semangat saling menghormati.

Pandangan tersebut disampaikan Duta Besar untuk Tahta Suci sekaligus Utusan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Kerajaan Belanda, Paul Bekkers, saat berada di Jakarta, Rabu (9/7/2026).

Menurut Bekkers, pengaruh Indonesia tidak hanya besar karena jumlah penduduknya, tetapi juga karena posisi geografis, ekonomi, dan perannya di kawasan. Hal itu menjadikan Indonesia memiliki peluang lebih luas untuk mengampanyekan nilai toleransi hingga ke tingkat global.

"Indonesia adalah negara Muslim terbesar. Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam mengampanyekan nilai-nilai toleransi dan kebebasan beragama, baik di tingkat regional maupun global," ujar Bekkers.

Indonesia Dinilai Bisa Menjadi Teladan

Bekkers menilai pengalaman Indonesia dalam menjaga kehidupan masyarakat yang beragam dapat menjadi inspirasi bagi banyak negara. Menurutnya, praktik hidup berdampingan dalam keberagaman menjadi modal penting untuk memperkuat perdamaian dunia.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap negara memiliki tantangan tersendiri dalam menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan.

"Tidak ada negara yang sempurna. Oleh karenanya harus terus dilakukan dialog dalam upaya memperkuat dan menjamin kebebasan beragama dan toleransi," katanya dikutip Antara.

Belajar dari Pengalaman Indonesia

Kunjungan Bekkers ke Indonesia pada 4–11 Juli bertujuan mempelajari secara langsung bagaimana Indonesia mengelola kehidupan masyarakat yang majemuk serta menjaga kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Selama berada di Jakarta, ia mengunjungi sejumlah rumah ibadah yang menjadi simbol keberagaman, mulai dari Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta, hingga Vihara Amurva Bhumi.

Setelah dari Jakarta, Bekkers dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Ambon untuk mengikuti dialog mengenai kebebasan beragama dan toleransi bersama berbagai pemangku kepentingan.

Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama internasional dalam membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Global Harmony Terbaru