Selasa, 13 Januari 2026

Jerome Kurnia Sempat Disangka Pilot Sungguhan saat Syuting Film Penerbangan Terakhir


 Jerome Kurnia Sempat Disangka Pilot Sungguhan saat Syuting Film Penerbangan Terakhir Aktor Jerome Kurnia berbicara sempat dikira pilot asli saat syuting film arahan Benni Setiawan berjudul Penerbangan Terakhir di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026). ANTARA/Abdu Faisal

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Aktor Jerome Kurnia mengalami pengalaman tak terlupakan saat menjalani proses syuting film Penerbangan Terakhir. Ia sempat dikira sebagai pilot sungguhan oleh petugas hingga penerbang profesional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Jerome menceritakan, suasana syuting yang dilakukan langsung di area bandara membuat banyak orang terkecoh, termasuk para pilot yang sedang bertugas.

“Mereka menyapa, bertanya, bahkan ada pilot yang memberi hormat. Saya sampai bingung karena dianggap pilot beneran,” ujar Jerome Kurnia usai pemutaran pratayang film tersebut di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Sutradara Penerbangan Terakhir, Benni Setiawan, mengungkapkan bahwa pengambilan gambar memang sengaja dilakukan di lokasi asli bandara yang padat aktivitas. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut berhasil membangun suasana realistis dan kuat.

“Kami syuting di area publik bandara yang sangat sibuk. Detail kostum dan pergerakan pemain dibuat sedekat mungkin dengan kondisi nyata,” kata Benni seperti dikutip dari Antara

Seragam kru maskapai fiktif AirIndo yang dikenakan para pemain, ditambah teknik pengambilan gambar menggunakan lensa jarak jauh, membuat kru film nyaris tak terdeteksi oleh orang-orang di sekitar lokasi. Akibatnya, Jerome beberapa kali menerima sapaan formal dari pilot senior yang melintas di Terminal 3.

Jerome mengaku sempat merasa canggung menghadapi situasi tersebut. Namun, pengalaman itu justru memberinya perspektif baru tentang makna sebuah seragam.

“Saya jadi sadar, seragam itu punya wibawa. Orang yang memakainya pasti sudah melewati banyak proses dan punya jam terbang tinggi,” ujarnya.

Pengalaman langsung di lapangan itu kemudian dimanfaatkan Jerome untuk memperdalam karakter Deva, sosok pilot yang ia perankan dalam film tersebut. Ia mengungkapkan bahwa karakter Deva memiliki sisi psikologis yang kompleks.

“Saat pertama membaca skenarionya, saya cukup kaget. Cara berpikir Deva terasa bermasalah, jadi saya harus menggali lebih dalam supaya karakternya tetap terasa manusiawi,” kata Jerome.

Konflik batin Deva menjadi pemicu masalah besar dalam hubungannya dengan Tiara, seorang pramugari yang diperankan oleh Nadya Arina. Menariknya, Nadya Arina merupakan kekasih Jerome Kurnia di kehidupan nyata.

Jerome mengakui bahwa beradu peran dengan pasangan sendiri menghadirkan tantangan tersendiri.

“Saya harus benar-benar masuk ke pola pikir karakter yang sangat berbeda dari diri saya sehari-hari,” tuturnya.

Kisah hubungan rumit antara pilot dan pramugari menjadi benang merah utama film Penerbangan Terakhir. Film ini juga diperkuat dengan lagu tema berjudul “Apakah Kita Hanya Bercanda?” yang dinyanyikan oleh Tissa Biani.

Produser eksekutif film ini, Shalu T.M, mengatakan Penerbangan Terakhir telah menggelar pemutaran pratayang di 10 kota pada 10–11 Januari, termasuk Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga Palembang.

“Cerita ini penting sebagai bentuk edukasi, terutama bagi perempuan muda, agar lebih memahami karakter manipulatif yang diangkat dalam film,” ujar Shalu.

Film Penerbangan Terakhir, yang juga dibintangi Aghniny Haque, Nasya Marcella, dan Devina Bertha, diadaptasi dari novel karya Annastasia Anderson, mantan pramugari. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 15 Januari 2026.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru