Loading
Anggota termuda grup Kpop BTS Jungkook. (Instagram @jungkook_bighitentertainment)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Anggota termuda BTS, Jungkook, menjadi sorotan setelah melakukan siaran langsung yang penuh emosi pada Kamis (26/2) dini hari waktu setempat. Dalam live berdurasi sekitar 90 menit itu, ia berbicara terbuka tentang tekanan yang dirasakannya selama menjalani kehidupan sebagai idola K-pop.
Dalam pernyataannya, Jungkook mengungkapkan keinginannya untuk hidup lebih jujur di hadapan penggemar.
“Aku hanya ingin bahagia. Aku tahu aku tidak bisa. Berapa banyak orang yang bisa jujur kepada dunia? Aku ingin jujur kepada ARMY, dan jika bukan karena perusahaan, aku pasti sudah menceritakan semuanya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi luas di berbagai platform media sosial.
Dalam siaran yang juga dilaporkan oleh The Korea Times, Jumat (27/2/2026), Jungkook mengaku pernah merokok dan kini telah berhenti setelah berusaha keras. Ia menyadari pengakuan tersebut berpotensi menimbulkan masalah dengan agensinya, BigHit Music, yang berada di bawah naungan HYBE.
Selain itu, Jungkook juga meluapkan kekesalannya terhadap berbagai batasan yang ia rasakan sebagai figur publik.
“Aku bahkan tidak tahu apa yang kubicarakan. Ini membuat frustrasi. Aku kesal. Aku akan hidup sesuai keinginanku,” katanya dalam siaran tersebut.
Salah satu momen yang turut menyita perhatian publik adalah gestur jari tengah yang sempat ia tampilkan di depan kamera. Aksi itu menuai reaksi beragam dari penonton, mulai dari kekhawatiran hingga kritik.
Live Streaming Picu Perdebatan Soal Kesehatan Mental Idola
Sebagian penggemar menyarankan agar siaran dihentikan demi kebaikannya. Namun Jungkook menolak.
“Mengapa aku harus mengakhiri siaran langsung? Aku berharap orang-orang tidak akan memberitahuku apa yang harus kulakukan,” tegasnya.
Cuplikan video live tersebut dengan cepat menyebar luas di luar komunitas penggemar. Perdebatan pun berkembang, bukan hanya soal sikap Jungkook, tetapi juga tentang tekanan mental yang dihadapi idola K-pop, batas kontrol agensi, serta tuntutan citra sempurna di industri hiburan Korea Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak HYBE belum memberikan pernyataan resmi terkait siaran langsung tersebut.
Momen ini kembali membuka diskusi besar tentang sisi manusiawi seorang idola global. Di balik popularitas dan sorotan dunia, tekanan psikologis tetap menjadi isu yang nyata dan kompleks.