Loading
Produser Andrew Gunn. (Imdbcom)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kabar duka datang dari industri perfilman Hollywood. Produser film asal Kanada, Andrew Gunn, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) waktu setempat di Toronto, Kanada, dalam usia 58 tahun. Ia wafat setelah berjuang melawan amyotrophic lateral sclerosis (ALS), penyakit saraf degeneratif yang juga dikenal sebagai Penyakit Lou Gehrig.
Gunn diketahui menerima diagnosis ALS pada 2024. Meski kesehatannya menurun, namanya tetap dikenang sebagai salah satu produser berpengaruh di bawah naungan The Walt Disney Company.
Pelopor Program Penulis Disney
Salah satu kontribusi besar Gunn adalah meluncurkan Program Penulis Disney pada 2001. Program ini membuka peluang bagi banyak penulis skenario muda untuk meniti karier di industri film.
Beberapa nama yang pernah terlibat dalam program tersebut antara lain David Berenbaum, Matt Lopez, hingga Blaise Hemingway.
Blaise Hemingway mengenang sosok Gunn sebagai figur penting dalam perjalanan kariernya.
“Itu mengubah hidup saya dalam segala hal yang dapat dibayangkan. Ia adalah ‘bapak baptis’ bagi lebih banyak penulis, produser, sutradara, dan eksekutif daripada yang bisa saya hitung. Begitu banyak dari kami berutang karier kepada Andrew Gunn,” ujar Hemingway.
Deretan Film Sukses
Sepanjang kariernya, Gunn memproduksi sejumlah film populer seperti The Haunted Mansion, Freaky Friday, Sky High, hingga Cruella.
Film “Freaky Friday” versi 2003 bahkan nyaris batal diproduksi setelah sejumlah aktor awal mengundurkan diri. Gunn kemudian mengambil keputusan penting dengan memilih Lindsay Lohan dan Jamie Lee Curtis sebagai pemeran utama. Keputusan itu terbukti tepat dan membuat film tersebut sukses secara komersial.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang bekerja dekat dengan mantan pimpinan studio Disney seperti Dick Cook dan Nina Jacobson. Jacobson disebut sangat menghargai optimisme dan dedikasi Gunn dalam setiap proyek yang ia tangani.
Warisan di Industri Perfilman
Andrew Gunn meninggalkan seorang istri, Jane Bellamy Gunn, dua anak, serta keluarga besarnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia perfilman, terutama bagi para sineas muda yang pernah merasakan dukungan dan bimbingannya.
Warisan terbesarnya bukan hanya film-film box office, tetapi juga kesempatan dan kepercayaan yang ia berikan kepada generasi kreator berikutnya.