Trump Pilih Diam Jika Iran Hentikan Negosiasi, Blokade AS Tetap Berlaku


 Trump Pilih Diam Jika Iran Hentikan Negosiasi, Blokade AS Tetap Berlaku Arsip Presiden AS Donald Trump ANTARAAnadolupy

ISTAMBUL, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak akan memberikan respons berlebihan apabila Iran memutuskan menghentikan pembicaraan damai tidak langsung dengan Washington.

Menurut Trump, terlalu banyak pernyataan yang telah disampaikan terkait proses negosiasi tersebut. Karena itu, ia menilai sikap terbaik saat ini adalah menunggu perkembangan tanpa banyak komentar.

“Saya pikir kita sudah terlalu banyak bicara, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya. Saya pikir diam akan sangat baik,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News, Senin (1/6/2026).

Trump menjelaskan bahwa terhentinya pembicaraan tidak otomatis berarti akan terjadi kembali serangan langsung atau eskalasi militer antara kedua negara. Meski demikian, pemerintah AS tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Ia menegaskan bahwa blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan terus diberlakukan sebagai bagian dari kebijakan yang sedang berjalan.

Menurut Trump, Washington tidak memiliki masalah jika Iran membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan langkah berikutnya dalam proses diplomasi.

“Kami akan membiarkan mereka menunggu selama yang mereka inginkan,” ujar Trump.

Ia juga mengklaim bahwa Iran mengalami dampak signifikan akibat kebijakan blokade tersebut sehingga posisi Teheran saat ini tidak menguntungkan dalam berbagai aspek ekonomi.

Pernyataan Trump muncul setelah kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pemerintah Iran memutuskan menghentikan pembicaraan damai yang berlangsung melalui perantara atau mediator.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk protes Teheran terhadap serangan yang dilakukan Israel di Lebanon. Keputusan itu menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomatik yang selama ini dijalankan untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Penghentian sementara dialog tersebut menjadi sorotan internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir kembali diwarnai eskalasi konflik dan ketegangan geopolitik.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru