Loading
Musisi asal Amerika Serikat Britney Spears. ANTARA/HO-Instagram.com @britneyspears
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penyanyi pop dunia Britney Spears kembali menjadi sorotan setelah ditangkap aparat kepolisian di negara bagian California, Amerika Serikat, atas dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk atau Driving Under the Influence (DUI).
Menurut laporan yang dikutip dari People Magazine, penyanyi berusia 44 tahun itu diamankan petugas di wilayah Ventura County pada Rabu malam (4/3) waktu setempat. Informasi tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Ventura County Sheriff’s Office.
Pihak kepolisian menyebut Spears tidak ditahan lama karena kasusnya diproses dengan mekanisme “cite and release”, yaitu prosedur di mana tersangka dibebaskan setelah menerima surat panggilan untuk hadir di pengadilan. Spears dijadwalkan mengikuti sidang pada 4 Mei mendatang.
Menurut keterangan dari California Highway Patrol wilayah Moorpark, petugas sebelumnya menerima laporan mengenai sebuah kendaraan yang melaju tidak stabil dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Mobil yang dimaksud adalah BMW 430i berwarna hitam yang kemudian dihentikan petugas setelah laporan tersebut masuk ke pusat komunikasi kepolisian di Ventura.
“Pengemudi tunggal, Ms. Spears, menunjukkan tanda-tanda gangguan dan kemudian menjalani serangkaian tes kesadaran di lapangan,” demikian pernyataan dari petugas informasi publik dalam keterangan resmi.
Setelah pemeriksaan dilakukan, Spears ditangkap karena diduga melanggar California Vehicle Code Section 23152(g), yakni mengemudi di bawah pengaruh kombinasi alkohol dan obat-obatan.
Perwakilan Britney Spears menyampaikan bahwa penyanyi tersebut merasa sangat menyesal atas kejadian tersebut. “Ini adalah insiden yang sangat disayangkan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan,” ujar perwakilan Spears dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan bahwa Spears berkomitmen mengikuti proses hukum yang berlaku. “Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum. Kami berharap ini menjadi awal perubahan yang positif dan ia bisa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” lanjutnya.
Britney Spears diketahui memiliki dua anak dari pernikahannya dengan mantan suaminya, Kevin Federline, yakni Sean Preston Federline dan Jayden James Federline. Menurut perwakilannya, kedua putra Spears akan menghabiskan waktu bersamanya dalam waktu dekat, sementara orang-orang terdekatnya tengah menyiapkan langkah dukungan untuk membantu kondisi emosional sang penyanyi.
Kasus ini kembali menarik perhatian publik mengingat perjalanan hidup Britney Spears yang selama bertahun-tahun diwarnai berbagai dinamika. Pada 2021 lalu, pengadilan di Los Angeles County secara resmi mengakhiri sistem konservatori yang telah mengontrol kehidupan Spears selama 13 tahun.
Belakangan ini Spears juga cukup terbuka mengenai hubungannya dengan keluarga. Dalam unggahan media sosial pada Februari lalu, ia menyinggung pengalaman merasa terisolasi oleh orang-orang terdekatnya. “Bagi kalian yang keluarganya mengatakan membantu kalian dengan cara mengisolasi dan membuat kalian merasa sangat tersisih… mereka salah. Kita bisa memaafkan sebagai manusia, tapi kita tidak akan pernah melupakan,” tulis Spears.