Loading
Anselmus Deodatus Lihang merilis video musik 'Lonto Cama', lagu bernuansa budaya Manggarai. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan kekayaan budayanya lewat karya kreatif anak muda. Kali ini, Anselmus Deodatus Lihang mencuri perhatian lewat perilisan video musik berjudul “Lonto Cama”—sebuah karya yang tak hanya enak didengar, tetapi juga sarat makna budaya dan spiritual.
Lebih dari sekadar lagu, “Lonto Cama” merupakan representasi nilai-nilai tradisi Manggarai yang kental. Lagu ini diciptakan oleh Odorikus Holang dan terinspirasi dari ritual adat Teing Hang—sebuah tradisi sakral yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Manggarai.
Dalam ritual tersebut, keluarga dan komunitas berkumpul untuk mempersembahkan sesajen dan doa kepada leluhur. Harapannya sederhana namun dalam: agar generasi muda yang sedang berjuang meraih mimpi diberi kelancaran, dijauhkan dari rintangan, serta kelak menjadi pribadi yang berhasil dan membawa kebaikan bagi banyak orang.
Anselmus berhasil menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam visual yang kuat dan emosional. Video musik “Lonto Cama” tampil sinematik, dengan rangkaian adegan yang menggambarkan harmoni antara tradisi, perjuangan hidup, dan harapan masa depan.
Hasilnya bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga pengalaman yang menyentuh sisi batin.
Langkah Anselmus ini menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa tampil modern tanpa kehilangan esensinya. Justru, ketika dikemas dengan pendekatan kreatif, budaya daerah seperti Manggarai memiliki daya tarik yang mampu menjangkau audiens lebih luas—bahkan hingga level global.
Kesuksesan karya ini juga didukung oleh kolaborasi tim kreatif yang solid. Mulai dari proses produksi musik hingga visual, semua elemen digarap secara serius untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Tim di Balik “Lonto Cama”
Kehadiran “Lonto Cama” menjadi pengingat bahwa di balik setiap langkah besar, ada doa, restu orang tua, dan nilai tradisi yang menguatkan. Lagu ini juga menjadi ajakan bagi generasi muda Indonesia untuk tidak melupakan akar budaya, sekaligus berani membawanya ke panggung yang lebih luas.
Saksikan video musik resminya di YouTube: https://youtu.be/3x2dAi-p-lM?si=B4C-RUh06LBi0AQy