Viral! Tiga Pegawai SPBU Jaktim Dianiaya, Polisi Amankan Satu Orang


 Viral! Tiga Pegawai SPBU Jaktim Dianiaya, Polisi Amankan Satu Orang penganiayaan pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh oknum diduga aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. (Tangkapan layar CCTV)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kasus penganiayaan terhadap tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur akhirnya memasuki babak baru. Aparat kepolisian telah menangkap satu orang terduga pelaku yang sebelumnya viral di media sosial.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Saya baru terima infonya bahwa pelaku sudah ditangkap,” ujar AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Ia menyebutkan, sementara ini baru satu orang yang diamankan terkait insiden pemukulan yang terjadi pada Minggu malam (22/2).

“Iya, satu orang yang ditangkap,” tegasnya.

Namun, pihak kepolisian belum merinci lebih lanjut mengenai identitas pelaku, termasuk apakah yang bersangkutan merupakan aparat atau warga sipil.

Kronologi Kejadian di SPBU 3413901 Cipinang

Peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WIB saat operator SPBU bernama Lukman Hakim (19) tengah bertugas pada sif malam. Saat itu antrean kendaraan mulai memanjang.

Untuk mempercepat proses pengisian BBM subsidi, Lukman meminta pengendara menunjukkan barcode subsidi sesuai prosedur dari Pertamina. Namun, barcode yang ditunjukkan diduga tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.

Meski pelat nomor kendaraan disebut sama, data jenis kendaraan dalam sistem berbeda. Teguran tersebut diduga memicu emosi pelaku.

Pelaku disebut langsung marah dan berteriak di area pengisian. Situasi semakin memanas ketika Lukman memanggil staf guna memastikan kebijakan pengisian BBM.

Tiga Pegawai Jadi Korban

Keributan yang terjadi hampir satu jam itu berujung pada aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

Staf SPBU, Ahmad Khoirul Anam, didorong hingga kepalanya terbentur mobil milik pelaku. Ia juga menerima tamparan di bagian pipi.

Operator lainnya, Lukman Hakim, dipukul di bagian rahang kanan. Sementara Abud Mahmudin mengalami luka di bawah mata dan pipi dekat mulut hingga menyebabkan giginya copot.

Ketiga korban masing-masing memiliki masa kerja berbeda. Khoirul telah bekerja sekitar lima tahun, Abud sekitar empat tahun, sedangkan Lukman baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK.

Insiden ini sempat menjadi perhatian publik karena dugaan pelaku merupakan oknum aparat. Namun hingga kini, polisi belum memberikan kepastian mengenai status tersebut.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif dan memastikan seluruh fakta dalam kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga profesionalitas dan emosi di ruang publik, terutama di fasilitas pelayanan umum seperti SPBU.

Proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru