Tukang Rujak Diduga Lecehkan Siswi SD di Duri Kepa, Rumah Langsung Digeruduk Warga


 Tukang Rujak Diduga Lecehkan Siswi SD di Duri Kepa, Rumah Langsung Digeruduk Warga Ilustrasi - Aksi pelecehan seksual terhadap perempuan. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Suasana di kawasan Jalan Guji Baru, Duri Kepa, Kebon Jeruk, mendadak mencekam pada Rabu (13/5/2026) malam. Sekelompok warga yang tersulut emosi tampak mengepung sebuah rumah kontrakan milik seorang pedagang rujak berusia 50 tahun. Amuk massa nyaris pecah saat pihak kepolisian mencoba mengevakuasi pria tersebut, yang diduga kuat telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di lingkungan sekitar.

Pria yang sehari-hari dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan ini mendapati rumahnya digeruduk setelah kabar dugaan pelecehan tersebut menyebar luas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini pertama kali terendus oleh pihak sekolah korban yang kemudian melakukan pendalaman internal sebelum akhirnya menyarankan orang tua korban untuk menempuh jalur hukum.

Tokoh masyarakat setempat, Asarkat, membenarkan adanya laporan tersebut. “Menurut pengakuan dari pihak orang tua, kasus itu sudah dilaporkan terkait dugaan pelecehan,” ujar Asarkat saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Meski begitu, detail mengenai kapan tepatnya peristiwa pilu itu terjadi masih menyisakan tanda tanya. Asarkat menyebut bahwa pihak sekolah memiliki peran besar dalam mengungkap kasus ini di awal. “Kejadiannya kapan kami belum tahu pasti. Tapi setahu saya, yang menindaklanjuti awalnya dari pihak sekolah,” tambahnya.

Demi memperkuat bukti hukum, pihak keluarga korban dikabarkan telah membawa sang buah hati untuk menjalani prosedur medis. “Katanya sudah divisum, tapi hasilnya kami belum tahu,” ungkap Asarkat.

Hal ini menjadi krusial untuk memastikan kebenaran dugaan yang melibatkan pria yang diketahui tinggal sebatang kara di Jakarta, sementara istri dan anaknya berada di kampung halaman tersebut.

Sosok terduga pelaku sendiri sebenarnya bukan orang baru di lingkungan RT 05/RW 02. Ia telah lama menetap dan memiliki identitas kependudukan setempat, sehingga kabar ini menyisakan syok mendalam bagi warga yang mengenalnya sebagai pribadi yang tampak santun.

Saat ini, polisi masih bekerja ekstra untuk menggali keterangan saksi dan mengumpulkan fakta-fakta lapangan. Hingga artikel ini ditayangkan, kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait status hukum maupun rincian kronologi lengkap dari kasus yang menghebohkan warga Jakarta Barat ini.

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru