Loading
Tangkapan layar - Pernyataan Presiden Trump di akun Truth peribadinya terkait kesepakatan besar dengan Indonesia yang turut diposting Sekretariat Kabinet di akun Media Sosial, Selasa (15/7/2025). () (Instagram - Sekretariat Kabinet)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, mengumumkan telah tercapai sebuah “kesepakatan besar” antara dirinya dan Presiden RI Prabowo Subianto. Pernyataan mengejutkan itu ia unggah melalui akun media sosial pribadinya, Truth Social, pada Selasa malam waktu AS (15 Juli 2025).
“Kesepakatan besar, untuk semua pihak, baru saja tercapai dengan Indonesia. Saya bernegosiasi langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. Rincian akan segera menyusul!!!” tulis Trump dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai bentuk serta isi kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo.
Belum Ada Keterangan Resmi dari Pemerintah
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi baik dari Gedung Putih maupun pihak pemerintah Indonesia, termasuk Istana Negara dan Kementerian Luar Negeri RI, terkait kesepakatan yang dimaksud.
Menariknya, unggahan Trump itu juga sempat dibagikan ulang melalui fitur Instagram Story akun Sekretariat Kabinet RI, mengindikasikan adanya sinyal komunikasi bilateral di balik layar.
Hubungan Indonesia-AS di Tengah Ketegangan dengan BRICS
Dalam konteks global, pernyataan Trump muncul setelah ia mengkritik keras negara-negara anggota BRICS, aliansi ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Melalui unggahan sebelumnya pada Minggu (6 Juli 2025), Trump menyatakan akan menerapkan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap negara-negara yang berpihak pada kebijakan BRICS yang ia nilai anti-Amerika.
Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai menjajaki kerja sama lebih dalam dengan BRICS, termasuk dengan menghadiri KTT BRICS di Brasil (6–7 Juli 2025), langsung mengambil langkah strategis. Pemerintah mengirimkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beserta tim negosiator ke Amerika Serikat pada 8 Juli 2025 untuk meredam potensi ketegangan perdagangan.
Penundaan Tarif Impor dan Fokus ke Mineral Strategis
Dalam pernyataannya di Brussel, Belgia (12 Juli 2025), Airlangga menyampaikan bahwa Amerika Serikat menunda penerapan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk asal Indonesia. Penundaan ini, hasil dari pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS dan Kepala United States Trade Representative (USTR) pada 9 Juli 2025 di Washington D.C., memberi waktu tiga pekan untuk menyelesaikan negosiasi lanjutan.
Selain isu tarif, pembicaraan juga menyentuh topik strategis seperti:
Hambatan non-tarif,
Ekonomi digital, dan
Kemitraan dalam mineral kritis seperti nikel dan tembaga, yang menjadi fokus utama dalam transisi energi global.
Amerika Serikat disebut menunjukkan ketertarikan besar dalam memperkuat kemitraan dengan Indonesia di sektor-sektor tersebut, seiring meningkatnya kebutuhan dunia terhadap sumber daya mineral penting dikutip Antara.