Loading
Kapten Sumeet Sabharwal dan Clive Kunder yang bertugas saat tragedi pesawat di India. (Sumber: X)
AHMEDABAD, ARAHKITA.COM - Tragedi jatuhnya pesawat Air India AI171 pada 12 Juni lalu di Ahmedabad masih menyisakan banyak tanda tanya. Penyelidikan awal dari otoritas penerbangan India mengungkap interaksi antara dua pilot di kokpit, termasuk soal keputusan fatal yang mungkin menjadi pemicu kecelakaan.
Percakapan Mencurigakan di Kokpit Sebelum Jatuh
Berdasarkan analisis awal dari rekaman suara kokpit, kopilot Clive Kunder sempat mempertanyakan kepada Kapten Sumeet Sabharwal tentang tindakan mematikan sakelar bahan bakar hanya beberapa detik setelah pesawat lepas landas. Tindakan ini diduga menyebabkan mesin kekurangan pasokan bahan bakar dan akhirnya kehilangan daya dorong.
Dalam laporan yang dikutip dari Wall Street Journal, disebutkan bahwa Kunder memegang kendali saat pesawat lepas landas. Ia-lah yang terdengar bertanya dalam rekaman: "Kenapa Anda mematikan bahan bakar?" Sabharwal disebut menanggapi bahwa ia tidak melakukannya. Namun, hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut siapa yang bersalah dalam insiden ini.
Kronologi Singkat Kecelakaan Air India AI171
Pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner itu lepas landas dari Ahmedabad menuju London Gatwick pada pukul 13.37 waktu setempat. Namun, hanya dalam hitungan menit, pesawat mulai kehilangan tenaga dan jatuh, menabrak sebuah gedung perguruan tinggi kedokteran.
Dari total 242 orang di dalam pesawat, hanya satu yang selamat. Termasuk di antara korban adalah 53 warga negara Inggris dan setidaknya 19 korban di darat.
Siapa Kapten Sumeet Sabharwal?
Kapten Sumeet Sabharwal, 56 tahun, adalah pilot senior dengan lebih dari 15.000 jam terbang, dan dikenal luas sebagai figur profesional di dunia penerbangan India. Ia memulai karier pada awal 1990-an dan bergabung dengan Air India pada 1994. Selain mengoperasikan Boeing 787 dan 777, ia juga pernah menerbangkan Airbus A310.
Lebih dari 8.500 jam pengalamannya didapat dari menerbangkan Boeing 787. Ia juga menjabat sebagai "kapten pelatihan lini", yang berarti ia dipercaya untuk membimbing kopilot selama penerbangan komersial.
Sabharwal dikenal sebagai pribadi disiplin dan rendah hati. Ia belum pernah menikah dan berencana pensiun dalam waktu dekat untuk merawat ayahnya yang berusia 88 tahun. Pada hari kecelakaan, Sabharwal sempat menelepon sang ayah dan berjanji akan menghubungi kembali setelah mendarat di London. Sayangnya, panggilan itu tak pernah datang.
Clive Kunder: Kopilot Muda dengan Masa Depan Cerah
Clive Kunder, 32 tahun, baru memulai kariernya di dunia penerbangan. Ia mengantongi lebih dari 3.400 jam terbang dan bergabung dengan Air India pada tahun 2017. Lisensi pilot komersialnya berlaku hingga 2025, dan ia telah memperoleh sertifikasi untuk menerbangkan berbagai jenis pesawat termasuk Cessna 172, Piper PA-34, Airbus A320, dan Boeing 787 sebagai kopilot.
Kunder tinggal di Goregaon, Mumbai, dan dijadwalkan menikah dua bulan setelah kejadian tragis itu. Teman-temannya menggambarkan sosoknya sebagai pribadi penuh semangat dan pantang menyerah. “Dia tidak pergi, dia hanya terbang lebih tinggi,” ujar sahabatnya, Steffi Miranda, saat pemakaman.
Unsur Keluarga yang Dekat dengan Dunia Penerbangan
Baik Sabharwal maupun Kunder sama-sama tumbuh dalam lingkungan keluarga yang berkaitan dengan dunia aviasi. Ayah Sabharwal merupakan mantan pegawai Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India, sementara ibu Kunder pernah bekerja sebagai pramugari Air India.
Investigasi Masih Berjalan, Asosiasi Pilot Minta Keadilan
Hingga kini, investigasi terhadap kecelakaan ini masih berlangsung. Asosiasi Pilot Maskapai Penerbangan India menyuarakan keprihatinan terhadap dugaan awal yang menyalahkan faktor human error, khususnya pilot. Mereka mendesak agar investigasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Kesimpulan prematur hanya akan mengaburkan kebenaran,” ujar Sam Thomas, Presiden Asosiasi, sembari menambahkan bahwa keluarga dan kolega korban layak mendapatkan penjelasan yang transparan dan adil dilansir dari The Independent.
CEO Air India, Campbell Wilson, juga menyatakan bahwa kedua pilot telah lulus uji napas dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan medis sebelum terbang. Ia menegaskan bahwa Air India akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang dan menyerukan masyarakat untuk menunggu hasil investigasi final.