Kamis, 29 Januari 2026

Donald Trump Setujui Penjualan Ribuan Rudal Jarak Jauh ke Ukraina


 Donald Trump Setujui Penjualan Ribuan Rudal Jarak Jauh ke Ukraina Trump Setujui Penjualan Ribuan Rudal Jarak Jauh ke Ukraina. (Foto ilustrasi Temp.co)

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyetujui penjualan 3.350 rudal serang jarak jauh atau ERAM (Extended Range Active Missiles) ke Ukraina. Wall Street Journal melaporkan bahwa pengiriman rudal ini dijadwalkan akan dilakukan dalam enam pekan ke depan.

Laporan tersebut mengutip dua pejabat AS yang menyebutkan nilai keseluruhan paket mencapai 850 juta dolar AS, atau sekitar Rp13,79 triliun. Selain rudal, paket ini juga mencakup perlengkapan militer lainnya. Sebagian besar biaya pembelian senjata ini ditanggung oleh sekutu Ukraina di Eropa.

 

Persetujuan itu keluar setelah Trump melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska dan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington baru-baru ini.

Rudal ERAM, dilansir Antara, memiliki jangkauan 241–450 kilometer dan penggunaannya tetap memerlukan persetujuan dari Pentagon (Departemen Pertahanan AS), sebut WSJ.

AS memang belum merencanakan pasokan rudal tambahan, tetapi senjata lain yang dibeli negara-negara Eropa dari AS, seperti sistem pertahanan udara dan GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System) dengan jangkauan 145 km, bisa membantu Ukraina.

Rusia menilai pasokan senjata ke Ukraina menghambat penyelesaian konflik dan secara langsung menarik negara-negara NATO ke dalam konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa setiap kargo berisi senjata ke Ukraina akan menjadi target yang sah bagi Rusia.

Pemerintah Rusia juga menyatakan bahwa langkah Barat yang terus memasok senjata ke Ukraina tidak membantu proses negosiasi dan justru akan membawa dampak negatif.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru