Trump Sebut Transformasi Energi Hijau adalah Penipuan di Sidang Umum PBB


 Trump Sebut Transformasi Energi Hijau adalah Penipuan di Sidang Umum PBB Donald Trump saat bicara di PBB, Selasa (23/9) / Antaranews/Antara/Kuntum Riswan

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap agenda transisi energi hijau dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Selasa (23/9) waktu setempat. Menurut Trump, transisi menuju energi hijau adalah bentuk penipuan global yang justru bisa membawa kehancuran bagi negara-negara yang mengikutinya.

"Kalau kalian tidak segera keluar dari penipuan energi hijau ini, negara kalian akan gagal," ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia.

Dalam pidatonya, Trump juga menyinggung peringatan PBB pada tahun 1989 yang menyebut bahwa pemanasan global akan menyebabkan lenyapnya sejumlah negara dalam satu dekade. Ia menyebut ramalan itu tidak terbukti. Trump juga mengkritik perubahan narasi ilmiah dari isu pendinginan global pada 1920-an dan 1930-an, lalu beralih ke pemanasan global, dan sekarang menggunakan istilah "perubahan iklim".

"Kalau disebut 'perubahan iklim', mereka tidak mungkin salah. Karena perubahan bisa berarti apa saja," tambahnya.

Trump menyatakan bahwa istilah-istilah tersebut hanyalah ramalan yang dibuat oleh PBB dan sejumlah pihak yang menurutnya memiliki motif terselubung. Ia menyebut para pengusung agenda iklim sebagai orang-orang bodoh yang membuat negara kehilangan kekayaan dan masa depan.

"Saya tidak mengatakan ini untuk menyombong, tapi memang benar. Saya benar soal semuanya," katanya sambil mengulangi peringatan bahwa negara-negara yang mengikuti agenda energi hijau akan gagal, seperti dilansir Antara.

Pada kesempatan yang sama, Trump juga melanggar ketentuan waktu pidato yang ditetapkan oleh PBB. Meski setiap kepala negara hanya diberi waktu 15 menit untuk berbicara, Trump menyampaikan pidato selama lebih dari 50 menit. Ia juga mengabaikan lampu merah peringatan yang menyala sebagai tanda waktu berbicara telah habis.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut hadir dalam sesi Debat Umum tersebut, menyampaikan pidatonya tak lama setelah Trump. Prabowo berada pada urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Trump.

Menurut Menteri Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya, kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan komitmen dan peran aktif dalam menghadapi isu global di panggung multilateral tertinggi dunia.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru